BRMP Sulut Dukung Pengembangan B100 Berbahan Baku Minyak Kelapa di Kauditan
Minahasa Utara – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (sulut) turut berperan dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Produksi B100 Berbahan Baku Minyak Kelapa serta Uji Lapangan yang diinisiasi oleh BRMP Tanaman Industri dan Penyegar (TRI). Kegiatan ini berlangsung pada 6–7 November 2026 di Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas peserta dalam memahami potensi minyak kelapa sebagai bahan baku biodiesel B100, termasuk proses produksi, penerapan teknologi, serta peluang pengembangannya sebagai sumber energi alternatif.
Kegiatan dibuka oleh Kepala BRMP Tanaman Industri dan Penyegar, Evi Savitri Iriani, Turut hadir Direktur Wilayah (Dirwil) BRMP Sulut, Steivie Karouw, Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Manado, Soni Pitriajaya, Kolonel Laut (P) Dedi Wardana, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Minut, Bertha L. Katuuk, Camat Kauditan, Vilma Jovita Anthonie, Ketua Koperasi Sinar Pagi Sejahtera, serta anggota kelompok.
Melalui sosialisasi dan bimtek ini, peserta mendapatkan pengenalan mengenai inovasi pengolahan minyak kelapa menjadi biodiesel B100. Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan alternatif pemanfaatan kelapa yang selama ini lebih dikenal masyarakat sebagai bahan baku kopra dan produk turunannya.
Pengembangan B100 berbahan baku minyak kelapa menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan. Inovasi ini membuka kesempatan bagi kelapa untuk dimanfaatkan tidak hanya sebagai bahan pangan dan kebutuhan industri, tetapi juga sebagai bahan baku pengembangan energi terbarukan.
Bagi Sulut yang memiliki potensi perkebunan kelapa cukup besar, pengembangan teknologi tersebut menjadi peluang strategis untuk memperluas hilirisasi komoditas unggulan daerah. Pemanfaatan minyak kelapa sebagai bahan baku biodiesel diharapkan dapat mendorong diversifikasi produk serta membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha perkebunan.
Kehadiran BRMP Sulut dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap penerapan inovasi teknologi pertanian dan perkebunan. Sinergi antara BRMP TRI, BRMP Sulut, pemerintah daerah, serta koperasi dan kelompok masyarakat diharapkan dapat memperkuat pengembangan teknologi B100 hingga ke tingkat lapangan.
Melalui uji lapangan di Kecamatan Kauditan, teknologi produksi B100 diharapkan dapat diperkenalkan lebih luas dan menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi minyak kelapa. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih produktif dan berkelanjutan.
Dari kopra hingga bahan bakar, kelapa memiliki potensi ekonomi yang semakin luas. Melalui inovasi produksi B100, BRMP mendorong peningkatan nilai tambah komoditas kelapa sekaligus mendukung pengembangan energi alternatif dan upaya mewujudkan kemandirian energi nasional.