BRMP Sulut Gelar FGD Baseline Assessment Perkuat Program ICARE
MINAHASA UTARA,-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sebagai penilaian awal atau Baseline Assessment untuk program Integrated Corporation of Agriculture Resource Empowerment (ICARE). Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari berturut-turut mulai tanggal 3 hingga 4 Agustus 2026 di lokasi Casa Benedetta, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Tim pelaksana kegiatan mengundang berbagai pemangku kepentingan utama yang bergerak di sektor pertanian untuk berpartisipasi secara aktif dalam forum diskusi ini. Para peserta yang hadir meliputi perwakilan instansi pemerintah daerah, Unit Manajemen Proyek (PMU), serta tim BRMP Sulut selaku Unit Pelaksana Proyek (PIU).
Turut hadir memperkaya diskusi adalah manajer lokasi, fasilitator lapangan, penyuluh pertanian, serta pengurus dan anggota koperasi mitra yang tergabung dalam kawasan proyek ICARE. Kehadiran seluruh elemen ini diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap mengenai kondisi nyata di lapangan sebelum program berjalan lebih lanjut.
Program ICARE sendiri dirancang sebagai inisiatif strategis untuk mengubah pola pertanian tradisional menjadi sistem agribisnis yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun kelembagaan korporasi petani yang kokoh dan mampu bersaing di pasar yang semakin terbuka.
Direktur Wilayah (Dirwil) BRMP Sulut Steivie Karouw, dalam arahannya menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pemanfaatan sumber daya pertanian. Dirwil menekankan bahwa kesatuan visi antara pemerintah, pelaksana, dan petani akan mempercepat pencapaian target program.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini menjadi wadah pertukaran gagasan untuk memetakan potensi, tantangan, serta kebutuhan nyata yang dihadapi petani dan koperasi saat ini. Hasil pemetaan tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan langkah kerja yang lebih tepat sasaran dan efektif.
Para peserta juga membahas berbagai upaya optimalisasi sumber daya alam, sumber daya manusia, serta akses pasar yang mendukung kemandirian ekonomi petani. Semua masukan yang terkumpul akan disusun menjadi dokumen acuan pelaksanaan program ICARE di wilayah Sulut.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen BRMP Sulut dalam merancang program yang berbasis data dan partisipasi masyarakat. Langkah ini diambil agar setiap kebijakan dan pendampingan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan riil di tingkat lapangan.
Diharapkan pelaksanaan FGD ini dapat memperkuat fondasi pelaksanaan program ICARE serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan petani di Sulut. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu melahirkan sistem pertanian yang tangguh, produktif, dan berdaya saing tinggi di masa mendatang.