BRMP Sulut Hadir Dalam Dialog Dan Gerakan Irigasi Bersih Di Bendungan Kosinggolan
Doloduo, 13 Agustus 2025
BRMP Sulawesi Utara (Sulut) menghadiri Dialog dan Gerakan Irigasi Bersih di Daerah Irigasi Kosinggolan. Tujuan Gerakan Irigasi Bersih sebagaimana disampaikan Kepala BWS Sulawesi I Ir. Sugeng Harianto, M.Si, MT, adalah menciptakan lingkungan irigasi yang bersih, sehat dan kesadaran kita, pentingnya menjaga dan merawat saluran dan infrastruktur irigasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh petani padi sawah.
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Tonny S. Toligaga, S.Pt, MP, menyampaikan bahwa intinya bagaimana agar infrastruktur irigasi yang sudah dibangun, selalu dan selamanya dapat berfungsi untuk melayani kebutuhan layanan air irigasi ke lahan-lahan pertanian yang ada di Bolmong.
Hadir dalam kegiatan, Sekretaris Bappeda Bolmong, Dandim 1303 Bolmong, Kapolres Bolmong, Camat Dumoga Barat, Camat Dumoga Timur, Sangadi Doloduo 2 dan Kelompok P3A Banyumulih. Pemerintah Daerah Bolmong mengharapkan saling support dan kerjasama stakeholder terkait, bahkan TNI dalam meningkatkan ketahanan pangan dan upaya percepatan pencapaian swasembada pangan. Keberhasilan swasembada pangan tidak lepas dari fungsi irigasi. Air adalah sumber kehidupan, irigasi adalah nyawanya pertanian.
Kepala BRMP Sulawesi Utara Dr. Ir. H. Agus Salim, MP bertindak selaku narasumber dalam Dialog Interaktif, yang bertema “Mengedepankan Fungsi Irigasi sebagai Penopang Swasembada Pangan,” menyampaikan peran BRMP mendukung swasembada pangan melalui pemanfaatan dan inovasi irigasi. Peran irigasi sangat signifikan, dimana 90% kandungan dalam tanaman adalah air.
Pemanfaatan irigasi yang efektif dan efisien, penggunaan alat deteksi dini terhadap ketersediaan air yaitu alat AWD dilengkapi lampu dan sensor, jika air diperlukan langsung dapat diketahui petani adanya lampu yang menyala. Inovasi lain terkait benih dan alsintan yang disesuaikan dengan kondisi lahan. Benih padi sawah Kementan baru dapat menyediakan 15%, sementara yang telah disiapkan adalah padi gogo.
Lanjut Kepala BRMP Sulawesi Utara menyampaikan bantuan alsintan dan saprodi diperoleh melalui CPCL Penyuluh disampaikan ke dinas kabupaten, lanjut ke Dinas Provinsi dan Pusat. Untuk swasembada pangan Sulut dengan lahan yang ada, perlu ditingkatkan IP 300 dan provitas 5 ton.
Kebutuhan beras 270.000 ton dengan penduduk berjumlah 2,7 juta jiwa, produksi beras 120.000 ton, berarti masih kekurangan 150.000 ton beras. Pencapaian swasembada pangan bukan lagi satu dua tahun tapi sesingkat-singkatnya. Informasi bagi BWS lokasi sawah yang sangat bermasalah di Kabupaten Minahasa Selatan, dimana lahan seluas 5.700 ha baru tertanami 3.150 ha, kendala utama irigasi banyak yang rusak.