Panen PM-AAS di Boltara Tembus 10,73 Ton per Hektare
Bolaang Mongondow Utara, Penerapan teknologi Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sulawesi Utara (Sulut), menunjukkan hasil positif melalui panen padi di Desa Bosisanggo, Kecamatan Sangkub pada hari Selasa (29/9).
Hasil panen berdasarkan pengukuran ubinan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boltara mencapai produktivitas 10,73 ton per hektare. Capaian tersebut menunjukkan potensi peningkatan produktivitas padi melalui penerapan teknologi dan inovasi pertanian modern.
Kegiatan panen tersebut dihadiri oleh Ketua Kelompok Substansi (Kapoksi) Program dan Pengujian selaku Penanggung Jawab (Pj) PM-AAS Sulut Faisal, Kepala Dinas Pertanian Boltara, BPS Kabupaten Boltara, Liaison Officer (LO) Kabupaten Boltara, Kapolsek Sangkub, Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluhan, para penyuluh, serta kelompok tani.
Penerapan PM-AAS di Desa Bosisanggo merupakan bagian dari upaya pengembangan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Teknologi tersebut diterapkan dengan memperhatikan kondisi lahan serta kebutuhan petani di wilayah setempat.
Capaian produktivitas sebesar 10,73 ton per hektare menjadi salah satu indikator hasil penerapan teknologi dan pendampingan yang dilakukan kepada petani. Hasil tersebut juga menjadi bahan evaluasi untuk melihat efektivitas penerapan teknologi budidaya padi di lapangan.
Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) turut melakukan pendampingan dan monitoring selama pelaksanaan kegiatan. Pendampingan dilakukan untuk memastikan penerapan teknologi PM-AAS berjalan sesuai prinsip budidaya yang dianjurkan.
Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas petani dalam menerapkan inovasi pertanian. Petani juga dapat mengidentifikasi berbagai aspek budidaya yang masih perlu diperbaiki untuk mendukung keberlanjutan produksi.
Keberhasilan panen di Desa Bosisanggo diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi pertanian modern bagi petani di wilayah lain di Boltara. Capaian tersebut juga diharapkan mendorong petani untuk semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam kegiatan usaha tani.
BRMP Sulut berkomitmen memperkuat pendampingan dan penerapan modernisasi pertanian di berbagai wilayah Sulut. Kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, petani, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani.