Bimtek Penguatan Penyuluh Dukung Hilirisasi Kelapa di Bolsel
Bolaang Uki, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Penyuluh Pertanian dalam rangka mendukung program hilirisasi kelapa di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Toluaya, Kecamatan Bolaang Uki, pada Kamis (10/9).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bolsel, Ronal Daun, yang mewakili Kepala Dinas (Kadis) Pertanian setempat. Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Wilayah (Dirwil) BRMP Sulut Steivie Karouw, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Lydia E.A. Tulung, Kapoksi Fredy Lala, serta Kelsi Penyuluh Constatijn Simbala, penyuluh CWS, dan para penyuluh pertanian se-Kabupaten Bolsel.
Bimtek ini diselenggarakan dengan tujuan utama meningkatkan kompetensi teknis dan kemampuan pendampingan para penyuluh di lapangan. Penyuluh diharapkan mampu mendampingi petani secara lebih efektif dalam pengembangan komoditas kelapa yang bernilai ekonomi tinggi.
Peningkatan kapasitas penyuluh juga diarahkan agar para tenaga pendamping mampu membantu petani mendongkrak nilai tambah ekonomi dari hasil budidaya kelapa. Hal ini menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan program hilirisasi perkebunan di wilayah Sulut.
Materi utama kegiatan ini membahas teknologi hulu hingga hilir dalam pengembangan rantai nilai komoditas kelapa. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Hengky Novarianto sebagai narasumber ahli yang mengupas tuntas potensi pengembangan kelapa.
Dalam paparannya, Hengky menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas kelapa harus dimulai dari penggunaan bibit bermutu dan varietas unggul. Langkah ini menjadi fondasi agar pasokan bahan baku industri pengolahan kelapa dapat terjamin secara kuantitas maupun kualitas.
Hengky Novarianto juga menyampaikan bahwa permintaan pasar luar negeri terhadap berbagai produk turunan kelapa terus meningkat secara positif. Peluang ekspor yang terbuka lebar ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama peningkatan kesejahteraan petani kelapa di daerah.
Melalui penguatan hilirisasi komoditas kelapa, produksi dapat meningkat dan harga jual di tingkat petani menjadi lebih stabil dan menguntungkan. Kenaikan volume ekspor produk olahan kelapa pada akhirnya akan berdampak langsung pada pendapatan petani di tingkat hulu.
Rangkaian kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan praktik langsung di lapangan. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mendalami permasalahan riil di lokasi budidaya sekaligus merumuskan strategi pendampingan yang tepat bagi petani kelapa di Kabupaten Bolsel.