Pastikan Ketersediaan Benih Kelapa, BRMP Sulut Turun Lapangan
Suwaan, Kalawat, Minahasa Utara,— Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) bersama Coworking Space (CWS) Penyuluh Pertanian melaksanakan kegiatan pendampingan dan monitoring perbenihan komoditas kelapa di Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) pada tanggal (11/9). Pengawalan ini ditujukan untuk memastikan ketersediaan dan penyaluran benih kelapa sesuai target yang telah ditetapkan.
Tim yang bertugas dalam kegiatan ini terdiri dari Jany Sumampouw, (BRMP Sulut), serta Olviani Simbar, dan Andreas Siahaan, (CWS-Penyuluh Pertanian). Tim turun langsung ke lokasi untuk memverifikasi data penyaluran serta memantau proses pendederan benih kelapa di lapangan.
Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, target perbenihan kelapa dari penyedia CV Angin Utara berjumlah 33.000 benih telah tersalurkan sepenuhnya kepada penerima manfaat. Angka ini menunjukkan bahwa target penyaluran benih kelapa dari penyedia tersebut telah tercapai secara penuh.
Dari jumlah benih yang telah disalurkan tersebut, masih tersisa benih kategori refraksi sebanyak 1.000 benih. Benih refraksi ini memerlukan penanganan dan perawatan khusus sebelum dapat didistribusikan atau ditanam lebih lanjut oleh petani.
Sementara itu, di lokasi yang tidak jauh dari lokasi penyaluran utama, sedang berlangsung proses pendederan benih kelapa yang berasal dari penyedia lain. Benih tersebut merupakan benih refraksi sebanyak 13.000 butir dari kontrak milik CV Citra Pangan Mandiri yang berlokasi di Desa Palaes, Kecamatan Likupang Barat.
Proses pendederan ini dilakukan agar benih kelapa refraksi tetap dapat tumbuh dan berkembang menjadi bibit yang layak tanam. Langkah ini menjadi upaya optimalisasi pemanfaatan seluruh benih yang dihasilkan sehingga tidak ada potensi benih berkualitas yang terbuang sia-sia.
Pengawalan dan pendampingan yang dilakukan oleh tim BRMP Sulut serta CWS Penyuluh Pertanian bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan perbenihan komoditas kelapa berjalan sesuai rencana. Mulai dari ketersediaan benih, proses penyaluran, hingga perawatan benih refraksi dapat terpantau dengan baik dan akuntabel.
Melalui pemantauan berjenjang ini, diharapkan kebutuhan benih kelapa berkualitas di Kabupaten Minut dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Ketersediaan benih bermutu menjadi fondasi utama dalam mendukung keberhasilan program hilirisasi perkebunan khususnya komoditas kelapa di wilayah Sulut.
BRMP Sulut menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap tahapan perbenihan hingga penyaluran benih sampai ke petani. Pengawalan ini dilakukan agar program strategis Kementerian Pertanian berjalan tepat sasaran, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya bagi peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani kelapa di daerah.