BRMP Sulawesi Utara Hadir Pada Workshop Pengukuran Capaian Indikator Kinerja BRMP
Depok-BRMP Sulawesi Utara melalui tim program menghadiri Kegiatan Workshop Pengukuran Capaian Indikator Kinerja Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) di sebuah hotel yang beralamat di Jl. Margonda Kecamatan Beji Kota Depok dari tanggal 7 hingga 9 Desember 2025.
Workshop pengukuran capaian indikator kinerja dilaksanakan dalam rangka penyamaan pemahaman konsep dan peran strategis pengukuran indikator kinerja.
BRMP menyelenggarakan tugas perakitan dan modernisasi pertanian, dengan fungsi antara lain pelaksanaan kebijakan teknis di bidang perekayasaan, perakitan, pengujian, dan penyebarluasan, serta penerapan pertanian modern.
Pelaksanaan tugas dan fungsi dimonitor dan dievaluasi keberhasilannya, berdasarkan hasil pengukuran indikator kinerja. Workshop ini dihadiri oleh Perwakilan Unit Kerja dan Unit Pelaksana Teknis Lingkup BRMP secara hybrid.
Pada arahannya secara virtual, Sekretaris BRMP berharap capaian output on progress sudah 1-2 step, bukan mengacu pada format yang sudah lama. Tahun 2026, output kegiatan sudah bisa menjawab kebutuhan di lapangan.
Ditjen teknis sudah memberikan berbagai bantuan, dapat mengevaluasi penggunaan alsintan, penggunaan pupuk, ternak dan lain-lain. Selain itu, bergabungnya penyuluh pertanian akan mempercepat proses adopsi teknologi. Apalagi Kegiatan ICARE, untuk ke depan fokus pada penerapan digitalisasi mendukung rantai bisnis.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan setuju tentang peneliti berada di Kementerian. Komisi IV DPR pun juga mendukung keberadaan peneliti lingkup pertanian di Kementan.
Sedangkan BRMP yang berada di tingkat provinsi mempunyai tugas sebagai pendampingan riset di daerah. BRMP ke depan menjadi Badan Riset dan Modernisasi Pertanian.
Oleh karena itu, BRMP tingkat provinsi akan dilengkapi laboratorium terakreditasi, benih sumber akan disertifkasi secara mandiri dan kebun percobaan perlu memulai tersedianya digitalisasi kebun percobaan.
Materi-materi pada workshop kali ini meliputi materi pertama tentang Lesson Learned Sensus Pemanfaatan Teknologi Pertanian Modern, materi kedua terkait Indikator Kinerja BRMP 2025, dan materi ketiga tentang Manual Pengukuran Indikator Kinerja Sasaran Program 2029.
Selain itu, ada juga materi keempat tentang Rencana Survei Pengukuran Indikator Kinerja Sasaran Program, materi kelima terkait Manual Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan.
Sedangkan materi keenam tentang Penyusunan Perjanjian Kinerja BRMP TA 2026, materi ketujuh terkait Penyusunan Rencana Aksi 2026, dan materi kedelapan tentang Review Perencanaan 2025 dan umpan balik.
Direktur Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam materinya terkait hasil Sensus Pertanian 2023, memberikan peta awal yang berharga tentang adopsi teknologi pertanian modern di Indonesia.
Tetapi juga mengungkap bahwa jalan menuju transformasi digital pertanian masih panjang. Perlu pendekatan holistik yang tidak hanya fokus pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada pembangunan kapasitas, infrastruktur pendukung dan ekosistem inovasi yang inklusif bagi petani kecil.
Pengukuran Indikator Kinerja BRMP akan dilakukan melalui survei pada setiap propinsi dengan ketentuan respoden mencakup petani yang terdaftar dalam Simluhtan. Selain itu, petani yang memanfaatkan Smartphone, AI atau drone dalam usahataninya.
Terakhir ketentuan responden terkait penerapan teknologi dalam jangka waktu satu tahun terakhir, dan tidak menutup kemungkinan keberadaan teknologi yang terdapat di luar lingkup BRMP.