BRMP Sulut Dampingi Mentan Amran, Perbenihan Kelapa Diminta Diawasi Ketat
Manado – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) mendampingi kunjungan kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, pada hari Jumat (01/05). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meninjau pelaksanaan program hilirisasi komoditas kelapa yang menjadi andalan perekonomian pertanian di wilayah tersebut.
Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Menteri Pertanian tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kemajuan pelaksanaan program dan mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki guna mencapai hasil yang optimal. Dalam kesempatan yang sama, Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya pelaksanaan pengawasan dan pemantauan yang sangat ketat terhadap seluruh proses perbenihan kelapa yang berlangsung di lapangan. Ia menyoroti bahwa perhatian khusus harus diberikan pada perbenihan yang dilakukan melalui kerja sama dengan pihak swasta yang memiliki kepentingan bisnis dalam pengembangan komoditas pertanian.
Menteri Pertanian menjelaskan bahwa pengawasan yang ketat terhadap perbenihan kelapa dinilai sangat krusial untuk menjamin kualitas bibit yang dihasilkan bagi para petani. Ia menambahkan bahwa kualitas bibit yang baik akan mempengaruhi tingkat keberhasilan tanam dan produktivitas hasil panen yang nantinya diperoleh oleh seluruh pelaku usaha pertanian. Selain itu, hal ini juga berperan penting dalam menjamin keberlanjutan produksi kelapa yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat di tingkat petani.
Direktur Wilayah (DirWil) BRMP Sulawesi Utara, Steivie Karouw, menyampaikan pernyataan resmi terkait pelaksanaan tugas dan fungsi lembaganya dalam mendukung program Kementerian Pertanian. Ia menyatakan bahwa pihaknya memiliki kesiapan penuh untuk memperkuat seluruh bentuk pendampingan dan pengawalan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program perbenihan maupun hilirisasi komoditas kelapa. Langkah ini diambil guna meningkatkan nilai tambah dari komoditas tersebut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh pelaku usaha pertanian di daerah Sulawesi Utara.
Steivie Karouw juga menjelaskan bahwa upaya pengawasan yang akan dilakukan oleh pihaknya meliputi berbagai tahapan mulai dari pemilihan bahan benih, proses penanaman, hingga tahap pemeliharaan tanaman di lapangan. Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan agar hasil yang dicapai dapat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pihaknya juga akan melakukan koordinasi yang baik dengan berbagai instansi terkait dan pihak swasta yang terlibat agar tidak terdapat kesalahpahaman dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak.
Program hilirisasi komoditas kelapa yang sedang dikembangkan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi perekonomian daerah. Selain meningkatkan produktivitas hasil panen, program ini juga bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah pertanian. Dengan adanya pengawasan yang ketat dan pendampingan yang maksimal dari BRMP Sulut, diharapkan seluruh tujuan yang telah ditetapkan dalam program ini dapat tercapai dengan baik dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pertanian.