BRMP Sulut Dorong Koperasi ICARE Adopsi Teknologi IoT untuk Pertanian Modern
Minahasa Utara – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) terus mendorong transformasi digital di sektor pertanian melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Internet of Things (IoT) bagi pengurus dan anggota koperasi penerima manfaat Matching Grant (MG) Program Integrated Corporation of Agricultural Resource Empowerment (ICARE). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia koperasi dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan usaha pertanian modern.
Kegiatan tersebut berlangsung di Casa Benedetta, Desa Warukapas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Bimtek ini diikuti oleh perwakilan pengurus dan anggota koperasi binaan ICARE Sulut yang menerima fasilitas MG untuk pengembangan usaha agribisnis, khususnya komoditas kelapa dan jagung.
Direktur Wilayah (Dirwil) BRMP Sulut, Steivie Karouw, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, Dirwil menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu kebutuhan penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha dan daya saing koperasi pertanian.
Dirwil menjelaskan bahwa penerapan Internet of Things (IoT) dapat membantu koperasi mengoptimalkan pengelolaan usaha pertanian dari hulu hingga hilir. Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan kondisi lingkungan pertanian, penggunaan sumber daya secara efisien, serta pengelolaan data dan inventori secara lebih terukur dan akurat.
Menurutnya, transformasi digital harus menjadi bagian dari pengembangan koperasi modern agar kelembagaan petani mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, pengurus dan anggota koperasi perlu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam mengoperasikan teknologi yang dapat mendukung produktivitas dan keberlanjutan usaha pertanian.
Untuk memberikan pemahaman teknis kepada peserta, kegiatan ini menghadirkan Marson Budiman, akademisi dari Politeknik Negeri Manado, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan materi mengenai dasar-dasar teknologi IoT serta penerapannya dalam mendukung kegiatan operasional pertanian dan pengelolaan usaha koperasi.
Marson juga menjelaskan pemanfaatan perangkat sensor berbasis IoT untuk memantau kondisi lingkungan pertanian, mendukung otomatisasi peralatan, serta melakukan pencatatan data produksi. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu koperasi memperoleh informasi secara lebih cepat, transparan, dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif. Melalui kegiatan ini, pengurus dan anggota koperasi memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi digital yang aplikatif untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional, menjaga kualitas hasil produksi, serta memperkuat manajemen usaha.
Melalui Bimtek Penguatan IoT ini, BRMP Sulut berharap koperasi penerima MG ICARE dapat mengadopsi teknologi modern secara bertahap dalam pengembangan usaha kelapa dan jagung. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BRMP Sulut dalam memperkuat kelembagaan ekonomi petani,meningkatkan nilai tambah komoditas, dan mewujudkan pertanian modern yang produktif, efisien, serta berdaya saing.