BRMP Sulut Monitor Kesiapan Benih Kakao di Kotamobagu
Kotamobagu, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan monitoring kegiatan perbenihan tanaman perkebunan, khususnya komoditas kakao, di Kota Kotamobagu. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan benih sebelum disalurkan kepada kelompok penerima pada hari Rabu (30/09).
Tim BRMP Sulut yang terdiri atas Aldryanto Assa dan Sumiati Saleh melaksanakan monitoring bersama CWS Penyuluh Christiane Tambajong. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh penyuluh pendamping yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan perbenihan tanaman perkebunan di wilayah Kota Kotamobagu.
Monitoring dilakukan pada dua penyedia benih kakao, yaitu CV Gracia Agro Utama dan PT Mitra Alam Nusantara. Tim melakukan pemantauan terhadap kondisi dan kesiapan benih yang telah dipersiapkan oleh masing-masing penyedia untuk mendukung kegiatan pengembangan tanaman perkebunan.
Dalam kegiatan tersebut, tim BRMP Sulut memperoleh informasi mengenai perkembangan persiapan benih kakao dari masing-masing penyedia. Informasi tersebut menjadi bahan pemantauan untuk memastikan proses penyediaan benih berjalan sesuai dengan tahapan kegiatan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan hasil monitoring, benih kakao yang dipersiapkan oleh CV Gracia Agro Utama dan PT Mitra Alam Nusantara telah siap untuk disalurkan. Kesiapan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum benih diberikan kepada kelompok penerima yang telah ditetapkan melalui proses CPCL.
Kelompok penerima benih kakao sebelumnya telah melalui proses Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang dilakukan oleh penyuluh di kabupaten/kota. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran benih sesuai dengan calon penerima dan lokasi yang telah ditetapkan.
BRMP Sulut terus melakukan monitoring terhadap kegiatan perbenihan sebagai bagian dari upaya memastikan bantuan benih dapat terlaksana secara tepat sasaran. Pemantauan juga dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kesiapan benih serta perkembangan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Ketersediaan benih kakao yang siap salur diharapkan dapat mendukung pengembangan tanaman perkebunan di wilayah penerima. Penyaluran benih kepada kelompok yang telah melalui proses CPCL juga diharapkan dapat memperkuat pengembangan komoditas kakao di Sulut.
Melalui sinergi BRMP Sulut, penyuluh, penyedia benih, dan kelompok penerima, kegiatan perbenihan kakao diharapkan dapat berjalan secara tertib dan berkelanjutan. Monitoring secara berkala menjadi bagian penting untuk mendukung ketersediaan benih berkualitas dan pengembangan perkebunan kakao di daerah.