ICARE Dorong Koperasi Petani Kalawat Bangun Agribisnis Berkelanjutan
Warukapas, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) mendorong penguatan korporasi petani di Kecamatan Kalawat melalui sosialisasi penggunaan Matching Grant Program Integrated Corporation of Agriculture Resource Empowerment (ICARE) dan digitalisasi e-Banper. Kegiatan tersebut berlangsung di Casa Bennedeta, Desa Warukapas, Kabupaten Minahasa Utara Pada Hari Rabu (30/09).
Sosialisasi tersebut diikuti oleh Koperasi Makol Maju Bersama, Koperasi Anugerah Tani Mandiri, serta petani dari Desa Kaleosan, Kuwil, Suwaan, Kawangkoan, Kolongan, dan Kolongan Tetempangan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada koperasi dan petani mengenai mekanisme Matching Grant serta pemanfaatan sistem digital dalam pengelolaan bantuan pemerintah.
Camat Kalawat, Agustinus Dondokambey, membuka kegiatan secara langsung. Dalam kegiatan tersebut, Hadir Conny Manoppo, selaku Koordinator ICARE Sulut, dan Cecilia Bernadus, selaku Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara (Minut), hadir sebagai narasumber.
Cecilia Bernadus menjelaskan bahwa e-Banper merupakan platform elektronik yang digunakan dalam seluruh siklus pengelolaan bantuan pemerintah. Sistem tersebut mencakup proses pengajuan, validasi, monitoring, hingga pelaporan sehingga administrasi bantuan dapat berlangsung secara lebih tertib dan terdokumentasi.
Menurut Cecilia, digitalisasi melalui e-Banper juga menjadi bagian penting dalam mendukung transparansi pengelolaan bantuan pada program ICARE. Pemanfaatan sistem tersebut diharapkan dapat memudahkan penerima dan pengelola dalam memantau setiap tahapan bantuan secara lebih sistematis.
Sementara itu, Conny Manoppo menjelaskan bahwa program Matching Grant ICARE berfokus pada peningkatan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing komoditas pertanian. Program tersebut mendorong penguatan kelembagaan petani, penerapan teknologi, perluasan akses pasar, serta pengembangan rantai nilai pertanian yang berkelanjutan.
Melalui program tersebut, BRMP Sulut mendorong koperasi dan petani untuk membangun kelembagaan usaha yang mampu mengintegrasikan kegiatan produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Penguatan korporasi petani diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas peluang pengembangan agribisnis di Kecamatan Kalawat.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung pemulihan sektor pertanian di Kecamatan Kalawat setelah menghadapi dampak El Niño. Selain itu, penguatan kelembagaan dan penerapan teknologi diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian melalui proses regenerasi petani.
Dengan sinergi antara pemerintah, koperasi, petani, dan pemangku kepentingan lainnya, program Matching Grant ICARE diharapkan dapat mewujudkan kelembagaan koperasi yang mandiri, transparan, dan berkelanjutan serta memperkuat daya saing usaha pertanian di Sulut.