Perkuat Kegiatan LTT, BRMP Sulawesi Utara Bertandang Ke BPP Tomohon Selatan
Tomohon-Tim BRMP Sulawesi Utara (Sulut) bersilaturahmi ke Balai Penyuluhan Pertanian Tomohon Selatan (BPP Tomsel) pada Kamis (9/4). Kegiatan tersebut selain untuk pemantaban kegiatan luas tambah tanam (LTT), juga sebagai pemetaan spot lahan untuk Arkansas.
Tim BRMP disambut hangat oleh Koordinator BPP Tomsel Jootje Tamuntuan dan Katimker Kota Tomohon Rosli Osak. Jootje menjelaskan bahwa tanaman pangan yang dibudidayakan di wilayahnya, meliputi padi, jagung dan tanaman ubi-ubian.
Lahan persawahan padi yang merupakan lahan irigasi memiliki luasan sebesar 19 ha. Berdasar info yang disampaikan penyuluh pertanian lapang (PPL), lokasi tersebut terdapat di Kelurahan Tondangow.
Sistem penanaman padi selain dilakukan tanam pindah, juga terdapat petani yang melaksanakan tanam benih langsung (tabela), dengan luasan antara 0,5 hingga 0,75 ha. Sedangkan varietas yang biasa digunakan petani adalah varietas lokal, antara lain Superwin Korotey, dan Pines.
BPP yang berlokasi di jalan Tula'u ini memiliki wilayah dengan cakupan 12 kelurahan. Kedua belas area tersebut dihandle oleh 8 penyuluh termasuk koordinator BPP-nya.
Tanaman pangan yang dibudidayakan selain padi adalah jagung. Jagung yang ditanam para petani di Kecamatan Tomohon Selatan adalah jenis hibrida. Benih yang didapatkan berasal dari bantuan pemerintah. Dan varietas yang terbaru turun adalah RK 457.
Hasil tanaman jagung di Tomsel mencapai 7 hingga 8 ton/ha. Sedangkan capaian untuk padinya antara 6,5 hingga 7 ton/ha. Untuk tanaman pangan lain adalah ubi-ubian dengan jenis ubi jalar varietas madu dan ungu.
Sejak pergantian koordinator atas berakhirnya masa kerjanya, Liaison Officer (LO) dari BRMP untuk Kota Tomohon Dina Wibowo baru bertatap muka dengan penggantinya pada kesempatan tersebut. Koordinator BPP yang lama adalah Ruddy Sela, yang sudah memfinishkan pengabdiannya sejak Bulan Maret 2026.
Tim BRMP Sulut selain LO, juga bertandang dari tim perbenihan padi tahun 2026 Faisal dan Suratini. Faisal mengenalkan tentang Sistem Tanam Padi Arkansas di ruangan Koordinator BPP.
Sistem tanam padi tersebut merupakan metode budidaya padi intensif dan modern. Sistem ini mengandalkan mekanisasi penuh, teknik tabela, dan pola tanam rapat larikan. Berdasar informasi yang diterima Tim BRMP, Tomsel tidak sesuai untuk demplot Arkansas tersebut.
Tim BRMP juga disuguhi pemandangan pemanfaatan pekarangan BPP, dengan keberadaan tanaman jagung manis varietas madu. Tanaman tersebut merupakan bagian pengenalan informasi kepada petani, selain jenis serangan dan solusinya.
Tim BRMP dan BPP Tomsel sama-sama solid mendukung program pemerintah. Apalagi pencapaian muara pada peningkatan kesejahteraan petani, melalui efisiensi waktu dan tenaga kerja. Dimana di masa sekarang biaya tenaga kerja mencapai 150 hingga 175 ribu per orang.