Sukseskan Program Strategis Kementan, BRMP Sulut Kembali Kunjungi Tomohon
Tomohon-Tim BRMP Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan tugas pada Kegiatan Pendampingan Program Strategis Kementan pada Rabu (16/9). Kolaborasi dengan CWS Penyuluh Pertanian Provinsi Sulut, Tim melakukan pendampingan PM-AAS dan Bawang Putih di Kota Seribu Bunga ini.
Tim BRMP Sulut, selain Liaison Officer Dina Sulistyo Wibowo juga mendapatkan amanah bertugas adalah Jany Sumampouw. Sedangkan Tim Co-Working Space (CWS) yang melakukan pendampingan adalah Olviani Simba dan Andrieas Siahaan.
PM-AAS atau Pertanian Modern Advanced Agricultural System yang digagas Kementerian Pertanian ini bermuara pada peningkatan produktivitas padi. Tomohon sendiri memiliki 13 Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dengan luasan 10 ha yang tersebar di 3 kecamatan, yaitu Tomohon Barat, Selatan dan Tengah.
Tim menyempatkan berkunjung di persawahan yang telah dilaksanakan PM-AAS seluas 1 ha, tepatnya di Kelurahan Taratara Kecamatan Tomohon Barat. PM-AAS yang diterapkan adalah pola tanam jajar legowo 4:1. Penerapan jarwo ini memiliki potensi populasi padi sebanyak 800000 batang per ha.
Sistem tanam ini terpaut populasi sebanyak 400000 batang per ha lebih rendah dengan jarwo 6:1, yaitu 1200000 batang per ha. Penerapan PM-AAS ini mengedepankan sistem tanam rapat 3 cm dalam barisan, dengan kebutuhan benih antara 70-80 kg per ha.
Konsep yang dijalankan Tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tomohon Barat ini adalah tanam pindah, berbeda dengan konsep awal PM-AAS, yaitu tanam benih langsung (tabela). Salah satu hambatan dalam pelaksanaan PM-AAS di Kota Tomohon ini adalah belum tersedianya drum seeder untuk tabela.
Dengan segala hambatannya, pencapaian pelaksanaan PM-AAS di Kota Tomohon masih tergolong rendah. Hal ini ditunjukkan dengan capaian Tomohon Barat seluas 1,5 ha dari CPCL seluas 6 ha atau menduduki posisi 60% untuk Kota Tomohon. Realisasi luasan tersebut tersebar di 6 kelurahan.
Kelurahan yang sudah melaksanakan PM-AAS mencakup Woloan 1 Utara, Woloan 2, Woloan 3, Taratara 3, Taratara 1, dan Taratara. Keberadaan hambatan tersebut dijawab pihak Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, yaitu Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan.
Femmy Mongdong menyatakan dukungan terhadap suksesnya Program PM-AAS ini, dengan memberikan suatu ide bahwa setiap penyuluh harus memiliki drum seeder. Selain itu, di Kota Tomohon juga dilaksanakan kegiatan swasembada bawang putih tahun 2026.
Kegiatan Bawang Putih dari Dirjen Hortikultura di Kota Tomohon tersebar di 4 kecamatan meliputi Tomohon Selatan, Utara, Tengah dan Timur. Dimana alokasi kegiatan paling besar berada di Tomohon Timur, yaitu lebih dari 50%. Dan Tim BRMP Sulut berkesempatan diajak mengunjungi salah satu lokasinya.
Lokasi tersebut berada di Tomohon Selatan, tepatnya di Kelurahan Walian dengan luasan 0,5 ha. Tim didampingi oleh penyuluh wilayah tersebut. Dia menekankan ketika musim kemarau belum menandakan berakhir, maka ketersediaan air dilakukan melalui pengadaan drum-drum air.
Lahan yang direncanakan untuk penanaman bawang putih tersebut, sebelumnya ditanami komoditas sayuran. Berdasar cek lokasi, lahan tersebut memiliki ketinggian tempat sebesar 1000 mdpl. Harapan BRMP Sulut, kedua kegiatan terhadap dukungan pangan tersebut bisa berhasil dengan hadirnya keterlibatan semua pihak, terutama kegigihan para petani.