BRMP Sulut Hadiri Rakor Percepatan Kegiatan Lahan dan Irigasi Pertanian
Makassar, (17 /9) Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Kegiatan Lingkup Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Konservasi dan Pengembangan Sumber Air Pertanian untuk mempercepat pelaksanaan program pertanian di wilayah Sulawesi.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Emir Kertarajasa, selaku Kapoksi Pengembangan Sumber Daya Air. Dalam arahannya, Emir menekankan pentingnya percepatan seluruh program Direktorat Konservasi dan Pengembangan Sumber Air Pertanian untuk menghadapi dampak kemarau panjang.
Percepatan program tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian di tengah kondisi musim kemarau yang ekstrem. Pemerintah melalui program pengembangan sumber air pertanian mendorong ketersediaan air agar kegiatan budidaya tetap dapat berlangsung di berbagai wilayah.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh perwakilan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) serta Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Sulawesi. Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi antarlembaga dalam menyamakan langkah dan memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan di masing-masing wilayah.
Agenda selanjutnya membahas Sosialisasi Berita Acara Serah Terima (BAST) Bampen Tahun 2026 yang disampaikan oleh Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai proses administrasi dan pertanggungjawaban kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan workshop pelaksanaan kegiatan Irigasi Perpipaan (Irpom), Irigasi Perpipaan Pertanian (Irpip), dan Bangunan Konservasi pada enam provinsi di wilayah Sulawesi. Workshop tersebut membahas kesiapan dan kesanggupan masing-masing daerah dalam melaksanakan kegiatan sesuai target yang telah ditetapkan.
Melalui rapat koordinasi dan workshop tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mempercepat pelaksanaan kegiatan lahan dan irigasi pertanian. Koordinasi tersebut juga menjadi langkah untuk mendukung ketersediaan sumber air dan menjaga keberlanjutan produksi pertanian menghadapi kondisi iklim yang semakin menantang.