Sinergi BRMP dan Penyuluh Kawal Penyaluran Bibit Kelapa Genjah
Minahasa Tenggara, (17/9) Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) bersama penyuluh setempat melaksanakan monitoring penyaluran bibit kelapa genjah di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan sesuai data CPCL serta memantau kondisi bibit yang diterima kelompok tani.
Berdasarkan hasil verifikasi data Calon Petani,Calon Lokasi (CPCL), Kabupaten Mitra mendapatkan alokasi kegiatan perluasan kelapa genjah seluas 100 hektare. Alokasi tersebut mencakup bantuan sebanyak 11.000 batang bibit kelapa genjah, sedangkan bantuan pupuk telah disalurkan kepada kelompok tani sebelum bibit diterima.
Monitoring pertama dilakukan pada Kelompok Tani Kayu Manis di Desa Tombatu Tiga Timur, Kecamatan Tombatu. Ketua kelompok tani, Doni Mokorowu, menyampaikan bahwa kelompoknya menerima 560 batang bibit kelapa genjah, termasuk bibit pengganti akibat refraksi.
Monitoring dilanjutkan pada Kelompok Tani Harvest di wilayah Kecamatan Tombatu. Ketua kelompok, Samuel Tampinongkol, menyampaikan bahwa kelompoknya memperoleh 530 batang bibit dengan kondisi yang bervariasi, termasuk bibit yang mengalami pertumbuhan kerdil.
Tim BRMP Sulut kemudian melakukan monitoring pada Kelompok Tani Katu di Desa Lowu Utara, Kecamatan Ratahan. Ketua kelompok, Arnold Sahelangi, menyampaikan bahwa kelompoknya telah menerima 470 batang bibit kelapa genjah, sedangkan sisa bibit dijadwalkan disalurkan pada hari yang sama.
Selanjutnya, monitoring dilakukan pada Kelompok Tani Potal di Desa Lowu Dua, Kecamatan Ratahan. Ketua kelompok, Yotje Maramis, menyampaikan bahwa sebanyak 561 batang bibit kelapa genjah, termasuk refraksi, telah diterima secara lengkap oleh kelompok tani.
Tim juga mengunjungi Kelompok Tani Gerbang Mitra di Desa Pangu Satu yang mendapatkan alokasi 561 batang bibit kelapa genjah, termasuk refraksi. Sebagian besar bibit masih berada di ketua kelompok dan belum disalurkan kepada anggota karena kelompok menyesuaikan waktu distribusi dengan kondisi hujan.
Hasil monitoring menunjukkan kondisi bibit pada beberapa kelompok tani cukup beragam, terutama karena sebagian bibit mengalami layu setelah menempuh perjalanan sekitar 10 hari dari Jawa Barat. Sementara itu, bibit yang ditempatkan di dekat sumber air terlihat lebih subur karena mendapatkan pemeliharaan dan ketersediaan air yang lebih baik.
Melalui monitoring tersebut, BRMP Sulut bersama penyuluh terus mendorong kelompok tani untuk menjaga dan memelihara bibit hingga siap ditanam. Sinergi antara BRMP, penyuluh, dan kelompok tani diharapkan dapat mendukung keberhasilan perluasan areal kelapa genjah di Kabupaten Mitra.