Tim ICARE Dampingi 15 Koperasi Rampungkan Proposal
MINAHASA UTARA – Tim Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE), Pada Hari Jumat (8/5/2026) mendampingi 15 koperasi binaan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dalam penyelesaian proposal Matching Grant (MG) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat proses hilirisasi hasil pertanian di wilayah tersebut.
Tim Project Implementation Unit (PIU), Site Manager (SM), dan Fasilitator Lapangan bekerja sama secara terpadu, memandu para pengurus koperasi dalam menyempurnakan seluruh isi dokumen usulan. Pendampingan yang dilakukan secara terus-menerus ini memastikan setiap bagian proposal tersusun dengan rapi, jelas, dan tidak mengandung kesalahan teknis.
Pihak pelaksana program menetapkan standar mutu yang ketat terhadap setiap berkas yang diajukan oleh para koperasi peserta. Dokumen usulan tersebut wajib memenuhi syarat teknis maupun administrasi yang telah ditetapkan secara resmi oleh Bank Dunia dan Kementerian Pertanian.
Tim pendamping menelaah secara mendalam rencana usaha yang telah disusun secara mandiri oleh masing-masing koperasi peserta program. Proses pengkajian yang cermat ini bertujuan untuk menjamin kelayakan, ketepatan sasaran, serta keberlanjutan usaha yang akan memperoleh dukungan dana.
Para pendamping memberikan perhatian khusus terhadap penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang tercantum di dalam setiap dokumen usulan. Mereka memeriksa secara teliti efisiensi penggunaan dana serta kewajaran harga alat mesin pertanian dan sarana pendukung yang diusulkan oleh para koperasi.
Tim pendamping juga memastikan setiap rincian biaya yang dicantumkan dalam anggaran tersebut memiliki dasar perhitungan yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan. Langkah ini mencegah terjadinya penyimpangan perencanaan yang dapat menimbulkan penolakan terhadap proposal yang telah disusun.
Seluruh proses perbaikan dan penyempurnaan dokumen ini senantiasa mengutamakan prinsip kualitas dan akuntabilitas dalam setiap tahap pelaksanaannya. Pendekatan yang transparan dan sistematis ini akan meningkatkan kepercayaan pihak pemberi dana terhadap kemampuan koperasi dalam mengelola usaha.
Usaha pendampingan yang matang ini pada akhirnya akan memperkuat posisi 15 koperasi tersebut untuk memperoleh dukungan modal kerja maupun investasi secara maksimal. Bantuan yang diterima nantinya akan mendorong kemajuan usaha pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi di Minut.