Tim Knowledge Management BRMP Sulut Bertandang Ke Tiga Koperasi Di Minut
BRMP Sulawesi Utara (Sulut) gaspol pengumpulan bahan knowledge management (KM) di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) pada Selasa (25/11). Tim yang terdiri dari Lydia EA Tulung, Dina S Wibowo, dan Praiese Iroth mengunjungi koperasi-koperasi di tiga kecamatan di Minut.
Tim yang kali ini fokus untuk penyusunan succes story dalam Kegiatan ICARE ini diterima oleh ketua-ketua koperasi, baik di koperasi maupun di lahan. Koperasi yang dikunjungi meliputi Koperasi Usaha Tani Warisa (UTW), Damai Sejahtera Klabat (DSK), dan Makol Maju Bersama (MMB).
Koperasi UTW yang berlokasi di Desa Warisa Kampung Baru Kecamatan Talawaan ini bergerak di dua komoditas, yaitu jagung di bawah kelapa. Sedangkan dua koperasi lainnya bergerak di satu komoditas, yaitu jagung. Koperasi-koperasi tersebut berdiri dengan SK Kemenkumham pada tahun 2024, dengan didanai dari Kegiatan ICARE.
Ketua Koperasi UTW Yohan Dodoo menyampaikan perkembangan usaha tani anggota koperasinya, sejak masuknya Kegiatan ICARE. Keberadaan ICARE memiliki dampak terhadap kegiatan usaha taninya, baik tanaman jagung maupun kelapa. Meski varietas jagung masih menggunakan varietas lokal Manado Kuning.
Perubahan yang tampak terlihat dari kegiatan pengolahan, pemupukan, dan penanganan hama dan penyakit. Apalagi di kegiatan pemasaran jagung, yang biasa di salurkan ke toko-toko, sekarang bisa sampai ke peternak di luar desanya.
Kegiatan pengolahan lahan terdapat perbedaan, dari tanpa diolah menjadi diolah baik menggunakan sapi maupun traktor. Kegiatan pemupukan mengalami perubahan, dari tanaman dibiarkan tanpa pupuk menjadi terpenuhi unsur haranya.
Sedangkan kegiatan penanganan hama dan penyakit digalakkan dengan pengobatannya, yang sebelumnya hanya pasrah dengan alam.
Hasil produksi jagung yang sebelumnya hanya mencapai dua ton, sejak peningkatan perlakuan terhadap usaha taninya, naik menjadi dua kali lipat. Apalagi kelapa yang terdampak dari kegiatan perawatan jagungnya.
Produksi buah kelapa menjadi bertambah dari 10 menjadi 15 buah per tandan. Selain itu, terlihat perubahan pada daun kelapa. Warna daun kelapanya menjadi hijau ke arah gelap. Seperti halnya di Koperasi UTW, dua koperasi lainnya juga mengalami perubahan dalam kegiatan usaha taninya.
Koperasi DSK yang beralamat di Kecamatan Airmadidi dan diketuai Gerald Ngantung, juga mengalami perbedaan dalam peningkatan hasil pendapatan usaha taninya, meski biaya tenaga kerja ikut melonjak.
Apalagi Koperasi MMB yang berlokasi di Desa Maumbi Kecamatan Kalawat, sangat tertantang dengan teknologi yang disampaikan oleh Kepala BRMP Sulut Dr. Ir. Agussalim, MP. terkait budi daya jagung. Ketua Koperasi MMB Gusye Enoch menyampaikan dengan teknologi terbaru yang disampaikan oleh BRMP Sulut, Gusye akan menindaklanjuti 5 kali tanam 5 kali panen jagung dalam jangka waktu 1 tahun.