Verifikasi CPCL, Kawal Perbenihan Perkebunan Bolsel
BOLAANG MONGONDOW SELATAN,– Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan pengawalan sekaligus verifikasi data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) perbenihan perkebunan. Kegiatan berlangsung selama dua hari berturut-turut di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) pada tanggal (5-6/8/2026).
Tim diterima secara resmi oleh Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Bolsel, Anas Kangiden, Turut mendampingi penerimaan adalah Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan, Yasin S. Lewo, yang menyambut baik kegiatan pengawalan ini.
Dijelaskan oleh pimpinan dinas terkait, wilayah ini mengajukan usulan CPCL untuk dua jenis komoditas kelapa. Pengajuan tersebut meliputi kelapa genjah seluas 100 hektare serta kelapa dalam seluas 260 hektare lahan produktif.
Selain komoditas kelapa, kabupaten ini juga mengajukan CPCL pengembangan perkebunan kakao seluas 400 hektare. Keseluruhan usulan pengembangan lahan tersebut tersebar di tujuh kecamatan yang ada di wilayah Bolsel.
Pemeriksaan administrasi dilakukan secara teliti untuk memastikan kelengkapan dan kebenaran setiap data yang tercatat. Ketepatan data menjadi dasar penting agar penyaluran bantuan bibit dapat berjalan tepat sasaran.
Selain memverifikasi data tertulis, tim BRMP juga turun langsung meninjau lokasi yang telah diusulkan. Tim melakukan pengecekan kesesuaian tempat penyaluran bibit kelapa genjah, kelapa dalam, maupun kakao.
Pemeriksaan lapangan bertujuan memastikan kondisi lahan mendukung pertumbuhan bibit hingga menghasilkan panen yang optimal. Kesesuaian lokasi dengan persyaratan teknis menjadi hal utama yang dinilai dalam kegiatan ini.
Verifikasi ganda dari sisi administrasi dan lapangan menjadi bukti nyata pengawalan ketat program pemerintah. Hal ini dilakukan demi menjamin transparansi, akuntabilitas, serta manfaat yang dirasakan langsung oleh petani.
Diharapkan hasil verifikasi ini memperlancar penyaluran bibit unggul dan mendorong kemajuan perkebunan daerah secara berkelanjutan. Pengembangan komoditas utama akan berdampak positif meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.