BRMP Sulut Gelar Bimtek Rekayasa Teknologi untuk Tingkatkan Indeks Pertanaman Jagung
Minahasa Utara– Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rekayasa Teknologi Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Jagung Berkelanjutan melalui kegiatan Competitive Grant (CG) Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE), Selasa (27/10). Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pertemuan H&J, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan rekayasa teknologi pertanian guna mengoptimalkan indeks pertanaman jagung secara berkelanjutan. Melalui pelaksanaan bimtek tersebut, peserta diharapkan mampu memahami penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi lahan dan potensi pertanian di wilayah masing-masing.
Bimtek tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Minut, Bertha L. Katuuk, perwakilan koperasi penerima bantuan Program ICARE, serta para petani di wilayah Kabupaten Minut. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama antara pemerintah, koperasi, dan petani dalam mendukung pengembangan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Direktur Wilayah (Dirwi) BRMP Sulut, Steivie Karouw, membuka kegiatan tersebut secara langsung. Dalam sambutannya, Dirwil menekankan pentingnya penerapan rekayasa teknologi sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan indeks pertanaman jagung, khususnya di Kabupaten Minut.
Dirwil berharap kegiatan bimtek ini dapat mendorong peningkatan indeks pertanaman jagung di Kabupaten Minut pada khususnya dan Provinsi Sulut pada umumnya. Menurutnya, penerapan teknologi yang tepat dapat membantu petani mengoptimalkan pemanfaatan lahan sehingga kegiatan budi daya jagung dapat berlangsung secara lebih efektif.
Sejalan dengan harapan tersebut, kegiatan bimtek ini juga menjadi sarana bagi petani untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan usaha tani jagung. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan sesuai dengan kondisi agroekosistem, ketersediaan sumber daya, dan kebutuhan pertanian di wilayah masing-masing.
Selain meningkatkan kapasitas petani, pelaksanaan kegiatan melalui Program ICARE juga mendorong peran koperasi penerima bantuan dalam mendukung pengembangan usaha tani. Koperasi diharapkan mampu memperkuat koordinasi dengan petani dan pemerintah daerah sehingga penerapan teknologi pertanian dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara BRMP Sulut, Dinas Pertanian Kabupaten Minut, koperasi, dan petani, kegiatan ini diharapkan mampu mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan serta meningkatkan produktivitas jagung. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan pembangunan pertanian daerah melalui pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan petani.
Dengan terselenggaranya Bimtek Rekayasa Teknologi Peningkatan Indeks Pertanaman Jagung Berkelanjutan, BRMP Sulut terus mendorong penerapan modernisasi pertanian melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan indeks pertanaman jagung dan mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Sulut.