Tingkatkan Nilai Tambah Pertanian, BRMP Sulut Perkuat Rantai Nilai Koperasi ICARE
Warukapas,– Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi dan Rantai Nilai bagi koperasi binaan Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) Sulut. Kegiatan yang berlangsung di Casa Bennedeta, Warukapas, Rabu (28/10), ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, khususnya kelapa dan jagung, melalui pengembangan produk turunan dan penguatan kapasitas usaha koperasi.
Kegiatan dibuka oleh Direktur Wilayah (Dirwil) dalam hal ini diwakili oleh Koordinator ICARE Sulut, Conny Manoppo, dengan menghadirkan Franky Legi, dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulut sebagai narasumber. Peserta kegiatan merupakan perwakilan koperasi binaan ICARE Sulut yang diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha berbasis potensi komoditas lokal.
Bimbingan teknis ini bertujuan memperkuat pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengembangkan diversifikasi produk, meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, serta membangun rantai nilai yang lebih efektif dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kelembagaan koperasi agar mampu mengelola potensi komoditas kelapa dan jagung secara optimal, meningkatkan daya saing produk, serta memperluas peluang pemasaran.
Dalam pemaparannya, Franky Legi menyampaikan bahwa keberhasilan diversifikasi usaha tidak hanya ditentukan oleh proses produksi, tetapi juga oleh manajemen usaha, strategi pemasaran, dan penguatan kelembagaan. Oleh karena itu, koperasi perlu memiliki tata kelola yang baik agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri, mengelola keuangan secara profesional, serta meningkatkan akses terhadap sumber pembiayaan untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Diversifikasi produk turunan kelapa dan jagung merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperluas peluang usaha bagi koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui pengolahan bahan baku menjadi berbagai produk pangan dan nonpangan, kedua komoditas tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar.
Selain pengembangan produk utama, pemanfaatan hasil samping pengolahan melalui pendekatan zero waste atau minimasi limbah juga menjadi bagian penting dalam diversifikasi usaha. Pendekatan ini mendorong pemanfaatan bahan yang sebelumnya kurang bernilai menjadi produk yang berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan. Dengan demikian, pengelolaan komoditas kelapa dan jagung dapat dilakukan secara lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Penguatan rantai nilai juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Koperasi didorong untuk membangun keterhubungan yang lebih baik antara penyediaan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, distribusi, hingga pemasaran produk. Pengelolaan rantai nilai secara terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, efisiensi usaha, serta memperluas akses pasar bagi produk turunan kelapa dan jagung yang dikembangkan oleh koperasi binaan ICARE Sulut.
Melalui bimbingan teknis ini, BRMP Sulut berharap kapasitas kelembagaan dan manajemen koperasi binaan ICARE semakin meningkat, mencakup tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, serta kemampuan mengidentifikasi peluang pasar. Peserta diharapkan mampu mengimplementasikan materi yang diperoleh dalam pengembangan usaha koperasi sehingga menjadi lebih mandiri, profesional, dan akuntabel serta memberikan manfaat ekonomi bagi anggota.
Melalui kegiatan Bimtek Diversifikasi dan Rantai Nilai ini, BRMP Sulut terus mendorong modernisasi pertanian melalui penguatan kelembagaan ekonomi petani dan optimalisasi potensi komoditas unggulan daerah. Penerapan diversifikasi produk berbasis zero waste dan penguatan rantai nilai diharapkan dapat menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi, meningkatkan daya saing koperasi, memperluas akses pasar, serta mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di Sulut.