Percepat LTT, BRMP Sulut Perkuat Koordinasi di Bolaang Mongondow
Lolak– Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan kunjungan ke Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Rabu (28/10), untuk memantau perkembangan pertanaman sekaligus mendorong percepatan Luas Tambah Tanam (LTT). Kegiatan yang berlangsung di wilayah kerja CWS Kabupaten Bolmong tersebut bertujuan merumuskan strategi percepatan tanam guna mendukung peningkatan produksi pertanian dan pencapaian target swasembada pangan.
Tim BRMP Sulut yang melaksanakan kunjungan tersebut terdiri atas Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha, Lydia E.A. Tulung, Ketua Kelompok Substansi, Constatijn Simbala serta Aulia Yuli Utami, Kehadiran tim ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan penyuluh pertanian dalam mengidentifikasi perkembangan, tantangan, serta peluang percepatan realisasi LTT di lapangan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Bolmong, Abdul Latief, dan dihadiri oleh ketua tim kerja (Katimker) serta para penyuluh pertanian setempat. Pertemuan ini menjadi forum koordinasi untuk menyamakan pemahaman mengenai target LTT, mengevaluasi capaian pertanaman, dan menyusun langkah strategis yang sesuai dengan kondisi wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Latief menyampaikan materi mengenai Strategi Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT). Materi tersebut mencakup pemahaman tentang LTT dan metode pengukurannya, konteks awal periode tanam Oktober 2026 hingga September 2027, serta posisi dan kondisi pertanaman di Kabupaten Bolmong. Pembahasan juga meliputi berbagai kendala yang pernah tercatat sebagai bahan evaluasi dalam menentukan langkah percepatan tanam.
Selain mengevaluasi kondisi aktual, peserta membahas enam strategi percepatan LTT dan rencana aksi untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Pembahasan tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi langkah operasional yang dapat dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan, termasuk optimalisasi lahan, penguatan pendampingan petani, serta peningkatan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan tanam sesuai dengan kondisi di lapangan.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, target LTT Kabupaten Bolmong mencapai 4.101 hektare, sedangkan realisasi hingga saat ini baru mencapai 2.662 hektare. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan realisasi sebesar 1.439 hektare yang perlu dikejar melalui langkah percepatan terencana, pemantauan berkala, dan penguatan pelaksanaan kegiatan tanam di wilayah sasaran.
Untuk menindaklanjuti kondisi tersebut, tim BRMP Sulut bersama Dinas Pertanian dan penyuluh setempat melakukan pembahasan melalui diskusi mengenai strategi pencapaian target. Diskusi ini menjadi sarana untuk mengidentifikasi kendala teknis dan koordinasi, sekaligus mendorong penyusunan langkah konkret agar pelaksanaan percepatan LTT dapat berjalan lebih efektif hingga akhir periode Oktober–Desember 2026.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sulut mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan seluruh pemangku kepentingan di lapangan. Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan pelaksanaan strategi percepatan tanam berjalan sesuai kondisi wilayah, meningkatkan efektivitas pendampingan petani, serta mempercepat pencapaian target LTT Kabupaten Bolmong.
Kunjungan dan koordinasi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi LTT sekaligus meningkatkan kontribusi Kabupaten Bolmong terhadap produksi pangan di Sulut. BRMP Sulut terus mendorong penguatan koordinasi dan pendampingan teknis sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.