BRMP Sulut Hadiri Bimtek Teknologi Jagung Kelapa Terintegrasi di Minut
Warisa Kampung Baru — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) yang diwakili Midy Lebang menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Paket Teknologi Jagung Kelapa Terintegrasi sebagai strategi diversifikasi pendapatan petani. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh BRMP Gorontalo melalui kegiatan Competitif Grang Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (CG-ICARE) di Warisa Kampung Baru, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Senin (5/10).
Kegiatan Bimtek tersebut bertujuan meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan komoditas jagung dan kelapa secara terintegrasi. Penerapan teknologi diharapkan dapat membantu petani meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus membuka peluang diversifikasi sumber pendapatan.
Kepala BRMP Gorontalo, Ardi Praptono, membuka kegiatan tersebut dengan menekankan pentingnya hilirisasi produk jagung dan kelapa. Menurutnya, pengembangan produk hilir perlu didukung penggunaan alat dan teknologi modern agar proses pengolahan dapat berlangsung lebih efektif dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Pada komoditas jagung, peserta mendapatkan gambaran mengenai pengolahan hasil menjadi produk makanan ringan atau snack. Produk tersebut direncanakan memiliki beragam varian rasa sehingga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dan meningkatkan nilai jual hasil produksi petani.
Sementara itu, hasil kelapa dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, termasuk minyak kelapa dan Virgin Coconut Oil (VCO). Pengolahan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi kelapa melalui pemanfaatan hasil pertanian menjadi produk olahan.
Produk hasil pengolahan yang telah dikembangkan saat ini telah memiliki izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Pengelola juga sedang melakukan proses pengurusan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memperluas legalitas dan peluang pemasaran produk.
Selain penguatan legalitas produk, hasil pengolahan kelapa juga dipromosikan melalui media sosial. Pemanfaatan media digital tersebut menjadi bagian dari strategi pemasaran untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber, yaitu perwakilan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), BRMP Sulut, BRMP Palma, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara, serta BPSIJ. Materi yang disampaikan memberikan penguatan pengetahuan peserta mengenai teknologi, pengolahan, serta pengembangan usaha berbasis komoditas jagung dan kelapa.
Melalui Bimtek Paket Teknologi Jagung Kelapa Terintegrasi tersebut, BRMP Sulut mendukung pengembangan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pengolahan dan pemasaran. Sinergi antarinstansi melalui kegiatan CG-ICARE diharapkan mampu mendorong diversifikasi pendapatan petani dan memperkuat pengembangan produk jagung serta kelapa yang berdaya saing