Kunjungan Lapang Verifikasi CPCL PITER di Minahasa Tenggara
Ratahan, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) bersama tim CWS melaksanakan verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) untuk kegiatan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (PITER) di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) pada hari Rabu (2/9). Kegiatan ini menyasar lima kelompok tani yang mengajukan usulan perbaikan irigasi tersier guna mendukung komoditas padi di wilayah tersebut.
Tim verifikasi terdiri dari Sunarti Datundugon dan Aditya Giri dari BRMP Sulut, serta Debora Reyta Sauba dan Jein Saputangan dari CWS. Kehadiran tim gabungan ini bertujuan memastikan setiap usulan program pemeliharaan irigasi tersier memenuhi syarat administrasi maupun kelayakan teknis di lapangan sebelum bantuan disalurkan.
Kunjungan lapangan pertama dipusatkan pada Kelompok Tani Tunas Baru yang berdomisili di Desa Tombatu Satu, Kecamatan Tombatu. Tim diterima langsung oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana (PSP) Pertanian Dinas Pertanian Minahasa Tenggara, Joice Tumigolung, didampingi Koordinator Tim Kerja Mitra, Leonardie William Ratela.
Di lokasi pertama tersebut, tim melakukan peninjauan menyeluruh terhadap rencana pengajuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier untuk komoditas padi. Pemeriksaan dilakukan mencakup kondisi fisik saluran air, jangkauan layanan irigasi, serta jumlah lahan sawah yang akan mendapat manfaat dari perbaikan saluran irigasi tersebut.
Kegiatan verifikasi kemudian dilanjutkan ke lokasi kedua, yaitu Kelompok Tani Bonua Jaya di Desa Molompar Satu, Kecamatan Tombatu Timur. Di lokasi ini, tim menemukan kondisi saluran irigasi tersier yang mengalami kerusakan berupa kebocoran dan bangunan pengairan yang pecah, sehingga aliran air menuju persawahan di bawahnya terhambat.
Kelompok tani setempat mengusulkan perawatan dan perbaikan saluran air tersebut agar fungsi saluran irigasi sebagai pasokan air utama ke areal persawahan dapat berjalan normal kembali. Kerusakan saluran ini dinilai sangat berdampak pada efisiensi pengairan dan produktivitas padi di wilayah tersebut.
Tim verifikasi mencatat seluruh temuan kerusakan serta kebutuhan perbaikan yang diusulkan oleh kelompok tani. Data kondisi lapangan ini kemudian akan menjadi dasar pertimbangan teknis dan anggaran dalam proses pengajuan program pemeliharaan jaringan irigasi tersier ke tingkat pusat.
Verifikasi langsung ke lapangan ini menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa setiap usulan program benar-benar merespons kebutuhan riil petani serta tidak terjadi penyalahgunaan alokasi anggaran. Akurasi data dan validitas kondisi lapangan menjadi fondasi utama dalam penyaluran bantuan pemerintah yang tepat sasaran.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sulut bersama Dinas Pertanian Kabupaten Mitra berkomitmen memperkuat pengelolaan prasarana irigasi pertanian. Perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier yang baik diharapkan dapat menjamin ketersediaan air tanam, meningkatkan indeks pertanaman, serta menyokong ketahanan pangan di wilayah Sulut.