Panen 12,09 Ton/Hektare, PM-AAS Dongkrak Hasil Padi Kotamobagu
Kotamobagu, Penerapan teknologi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) menunjukkan hasil luar biasa dalam meningkatkan produktivitas padi di Kota Kotamobagu. Hasil ubinan mencatat angka mencapai 12,096 ton gabah kering panen (GKP) per hektare pada lahan seluas 0,8 hektar dengan menggunakan varietas Inpari 32.
Capai ini hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata hasil panen petani setempat yang selama ini berkisar pada kisaran 6 ton GKP per hektare. Satu bulir tanaman padi varietas Inpari 32 tersebut tercatat mampu menghasilkan hingga 264 butir gabah, membuktikan keunggulan teknologi budidaya PM-AAS dalam mengoptimalkan potensi hasil tanam.
Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Direktur Wilayah (Dirwil) Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) Steivie Karouw, Turut mendampingi Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu Piter Suli, Kapoksi Program dan Evaluasi Faisal, serta Kelsi Penyuluh Pertanian Sulut Constateijn Simbala.
Acara panen juga dihadiri oleh Katimker Penyuluh beserta jajaran Penyuluh Kota Kotamobagu. Perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kotamobagu turut hadir untuk memantau proses ubinan guna menjamin keakuratan data hasil panen yang diperoleh. Kehadiran para petani setempat menjadi bukti antusiasme masyarakat terhadap penerapan teknologi pertanian baru.
PM-AAS merupakan sistem budidaya padi modern yang memadukan pengaturan jarak tanam presisi, pemilihan varietas unggul, pengelolaan air cerdas, serta pemupukan dan Pengendalian Hama Terpadu. Sistem ini dikembangkan untuk menyempurnakan praktik budidaya yang sudah berjalan agar hasilnya semakin optimal dan efisien.
Prinsip utama PM-AAS mencakup peningkatan populasi tanaman secara terukur tanpa mengorbankan pencahayaan dan sirkulasi udara, penggunaan benih langsung, serta pengelolaan sumber daya yang presisi. Kombinasi faktor-faktor inilah yang mendorong peningkatan hasil panen secara signifikan di lapangan.
Hasil panen yang mencatatkan angka hampir dua kali lipat dari rata-rata konvensional ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi petani lain di wilayah tersebut. Demplot ini membuktikan bahwa dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat, peningkatan produktivitas padi dapat dicapai secara signifikan.
BRMP Sulut terus mendorong perluasan penerapan konsep PM-AAS di wilayah Sulut. Petani diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan sumber daya lahan, air, dan sarana produksi agar hasil pertanian dapat terus meningkat dan pendapatan petani bertambah secara berkelanjutan.
Melalui keberhasilan demplot ini, diharapkan semakin banyak petani di Kota Kotamobagu dan wilayah sekitar yang beralih ke praktik budidaya modern. Peningkatan produktivitas padi pada akhirnya akan berkontribusi nyata bagi pencapaian target swasembada pangan nasional dan kesejahteraan petani di wilayah Sulut pada khususnya.