Penyaluran Pupuk CPCL Kelapa Terlaksana Terawasi di Minahasa Selatan
MOTOLING, -Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan pendampingan penyaluran pupuk untuk program Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) kelapa tahap pertama. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tepatnya di daerah Motoling pada hari Jumat, (7/8/2026).
Penyaluran bantuan pupuk dilaksanakan oleh Balai Besar Perbenihan dan Pengembangan Perkebunan (BBPPTP) Ambon yang diwakili Elias Nurdin. Kegiatan ini berjalan melalui kerja sama erat dengan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Wanda Langoy.
Turut hadir mendampingi proses penyaluran koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Motoling Fransye Sumampouw, bersama para penyuluh wilayah setempat. Tim BRMP Sulut juga hadir memantau agar penyaluran berjalan lancar, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyaluran pupuk dibagi dan disalurkan ke empat kelompok tani penerima yang telah ditetapkan. Masing‑masing kelompok menerima jumlah bantuan yang disesuaikan dengan luas lahan dan rencana pengembangan kelapa.
Kelompok Tani Moyomboong menerima bantuan pupuk sebanyak 3.300 kilogram. Kelompok Tani Berseri dan Kelompok Tani Rurukan masing‑masing mendapatkan bantuan sebanyak 1.650 kilogram pupuk.
Sedangkan Kelompok Tani Po'po memperoleh alokasi pupuk sebanyak 3.300 kilogram untuk mendukung pemeliharaan tanaman kelapa yang sedang dikembangkan. Pembagian ini dilakukan secara transparan agar seluruh bantuan tersalurkan utuh kepada petani yang berhak.
Selain pendampingan penyaluran pupuk, tim BRMP juga melakukan verifikasi lokasi penanaman bibit kelapa dalam. Pengecekan dilakukan di lahan Kelompok Tani Po'po yang terletak di Desa Motoling Mawale, Kecamatan Motoling.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sebanyak 1.100 batang bibit kelapa telah selesai ditanam di atas lahan seluas sepuluh hektar. Penanaman berjalan baik dan bibit tampak tumbuh menyesuaikan lingkungan setempat dengan cukup baik.
Kegiatan pengawalan dan pengecekan ini bertujuan menjamin bantuan tepat sasaran serta mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal. Dukungan sarana produksi dan bibit berkualitas diharapkan membawa hasil panen melimpah dan meningkatkan kesejahteraan petani kelapa daerah.