Sinergi BRMP Sulut Perkuat Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan
Direktur Wilayah (Dirwil) Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) Steivie Karouw menghadiri lokakarya kajian teknis koridor ekologis pada Senin, (25/5/2026). Dirwil menghadiri kegiatan tersebut di Hotel Sutan Raja Kotamobagu selama tanggal 24 -26 Mei 2026. Kegiatan ini membahas dokumen pengusulan Koridor Ekologis Muara Pusian Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) secara mendalam.
Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) menyelenggarakan kegiatan tersebut bersama organisasi Wildlife Conservation Society (WCS). Kedua pihak melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor dalam proses penyusunan dokumen kajian. Mereka menyusun hasil kerja tersebut sebagai bagian upaya finalisasi dokumen pengusulan koridor ekologis.
Kepala Balai TNBNW Decky Hendra Prasetya menyampaikan laporan perkembangan pengusulan koridor ekologis dalam sambutannya. Kabalai menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk menjaga konektivitas habitat dan keberlanjutan ekosistem. Pernyataan tersebut disampaikan guna mengingatkan seluruh peserta akan nilai ekologis wilayah tersebut.
Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi membuka kegiatan lokakarya tersebut secara resmi. Dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi dan komitmen seluruh pihak dalam mendukung upaya konservasi. Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap perlindungan kawasan bernilai ekologis tinggi di wilayahnya.
Steivie Karouw menunjukkan dukungan BRMP Sulut melalui kehadirannya dalam kegiatan tersebut. Lembaga tersebut memperkuat koordinasi dan kolaborasi multipihak dalam pengelolaan lanskap berkelanjutan. Langkah ini mereka laksanakan demi menjaga fungsi ekologis kawasan dan mendukung konservasi keanekaragaman hayati.
Seluruh peserta lokakarya menyepakati poin-poin penting dalam dokumen kajian teknis hasil diskusi. Mereka merumuskan langkah-langkah pengelolaan yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar. Hasil kesepakatan tersebut mereka catat sebagai dasar untuk proses selanjutnya.
Masyarakat dan pemangku kepentingan berharap dokumen yang telah disusun menjadi langkah strategis perlindungan habitat. Dokumen tersebut akan mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di wilayah Bolmong ke depannya. Semua pihak mendoakan agar tujuan konservasi dan kesejahteraan daerah dapat tercapai secara seimbang.