12 Koperasi ICARE Sulut Susun Rencana Bisnis Berkelanjutan
Minahasa Utara — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Workshop Penyusunan Rencana Bisnis Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE), Senin, (31/08). Kegiatan tersebut berlangsung di Casa Benedetta, Desa Warukapas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Workshop tersebut diikuti oleh perwakilan dari 12 (dua belas) koperasi agribisnis yang telah lolos tahapan verifikasi Program ICARE. Para pengurus koperasi mengikuti kegiatan untuk memperkuat kapasitas dalam menyusun rencana bisnis yang terukur dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut bertujuan mendorong koperasi mengembangkan usaha berbasis potensi komoditas unggulan daerah. Komoditas kelapa dan jagung menjadi fokus pengembangan usaha koperasi di Kabupaten Minut.
BRMP Sulut memberikan pembekalan kepada peserta melalui materi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan koperasi. Pembekalan tersebut mencakup aspek perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, serta pengembangan bisnis koperasi.
Materi akuntansi dan keuangan disampaikan oleh Anita Ludia Vivian Wauran, akademisi dari Politeknik Negeri Manado. Narasumber memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pengelolaan keuangan sebagai bagian penting dalam membangun bisnis koperasi yang sehat.
Peserta mendapatkan pendampingan dalam menyusun proyeksi keuangan dan melakukan analisis kelayakan usaha. Peserta juga mempelajari strategi mitigasi risiko untuk mengantisipasi berbagai tantangan dalam pengembangan bisnis koperasi.
Penyusunan rencana bisnis dilakukan dengan mempertimbangkan potensi usaha, kebutuhan pasar, kemampuan koperasi, dan keberlanjutan usaha. Pendekatan tersebut diharapkan membantu koperasi menentukan strategi bisnis yang realistis dan dapat diterapkan di lapangan.
Program ICARE Sulut mendorong terbentuknya kelembagaan korporasi petani yang kuat dan profesional. Kelembagaan tersebut diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produksi di tingkat hulu, tetapi juga mengembangkan pengelolaan bisnis di tingkat hilir.
Melalui workshop tersebut, 12 koperasi diharapkan mampu menghasilkan rencana bisnis yang menjadi pedoman pengembangan usaha secara berkelanjutan. Penguatan kapasitas koperasi juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian petani serta memperluas akses terhadap pembiayaan dan pasar.