15 Hektare Lahan Tomohon Disiapkan untuk Bawang Putih
Tomohon, Sebanyak 15 hektare lahan di Kota Tomohon kini masuk tahap verifikasi lanjutan untuk pengembangan bawang putih. Penanggung Jawab (PJ) Bawang Putih Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Mochtar J. Sibarani memimpin kegiatan verifikasi yang berpusat di Show Window, Kakaskasen I, Kota Tomohon pada Sabtu (29/8).
Kegiatan ini dihadiri jajaran Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulut, C0- Working Space (CWS), penyuluh pertanian, serta perwakilan dari 17 Kelompok Tani yang terlibat dalam program ini. Total ada 17 calon petani yang menjadi sasaran penerima manfaat program strategis nasional ini.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian lahan dan kesiapan petani sebelum penanaman dilaksanakan. Setiap kelompok tani dipastikan memahami persyaratan teknis, kewajiban, serta manfaat yang akan diperoleh selama pelaksanaan program.
Sesi sosialisasi dan diskusi menjadi langkah awal dalam kegiatan ini. Para calon petani diberi pemahaman menyeluruh mengenai teknik budidaya bawang putih yang baik, pengendalian hama dan penyakit, hingga manajemen pascapanen dan pemasaran hasil panen.
Penanaman direncanakan serentak dilaksanakan pada bulan November tahun ini. Penjadwalan ini telah disesuaikan agar tanaman bawang putih tumbuh pada kondisi lingkungan yang paling mendukung dan meminimalkan risiko serangan hama serta penyakit.
Pemerintah melalui BRMP Sulut terus menyiapkan sarana dan prasarana pendukung yang dibutuhkan petani. Bimbingan teknis budidaya akan diselenggarakan menjelang masa tanam agar petani benar-benar siap mengelola tanaman dengan teknologi yang tepat.
Tim pelaksana juga melakukan kunjungan langsung ke calon lokasi lahan penanaman di berbagai titik di wilayah Kota Tomohon. Pemeriksaan lapangan dilakukan untuk memastikan setiap lahan memiliki akses air yang memadai serta tata kelola pengairan yang baik.
Keterlibatan aktif pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan program ini. Sinergi lintas sektor menjamin setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan penanaman dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan panen bawang putih yang melimpah, tetapi juga membangun kemandirian petani dalam budidaya komoditas strategis. Pada akhirnya, swasembada bawang putih berkelanjutan di Sulut dapat tercapai melalui penyediaan benih berkualitas dan petani yang berdaya saing.