Kebut Swasembada Pangan, BRMP Sulut Koordinasi Percepatan Pengadaan Benih PM-AAS
Jakarta – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan koordinasi dengan Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, pada Selasa (27/10). Koordinasi tersebut membahas percepatan verifikasi usulan calon petani dan calon lokasi (CPCL) serta proses pengadaan benih padi untuk mendukung pelaksanaan program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Provinsi Sulut.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Cakrabuana, Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, Jalan AUP Nomor 3, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. BRMP Sulut menugaskan Nova Hisamzaini, dan Rizki Ramdani untuk mengikuti koordinasi dan membahas kesiapan pemenuhan kebutuhan benih padi bagi kabupaten dan kota di Sulut.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Kepala Kelompok Substansi Penyediaan dan Pemanfaatan Benih, Indra Rochmadi, Dalam pertemuan tersebut, Indra menekankan pentingnya pelaksanaan tahapan verifikasi usulan CPCL secara cermat, mulai dari pemeriksaan kelengkapan data hingga proses pengadaan benih. Tahapan tersebut diperlukan untuk memastikan kesesuaian data penerima, lokasi kegiatan, dan kebutuhan benih dengan ketentuan program.
Pembahasan selanjutnya difokuskan pada rekonsiliasi data usulan CPCL PM-AAS dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulut. Setiap daerah memiliki kebutuhan benih yang berbeda sesuai dengan rencana tanam dan kondisi wilayah masing-masing. Oleh karena itu, proses verifikasi perlu dilakukan secara menyeluruh agar kebutuhan yang diusulkan dapat disesuaikan dengan ketersediaan benih.
Berdasarkan usulan kebutuhan benih padi PM-AAS tahun 2026, Provinsi Sulut mengajukan kebutuhan sebanyak 229 ton untuk tahap pertama dan 287 ton untuk tahap kedua. Benih tersebut direncanakan untuk mendukung kegiatan tanam pada November hingga Desember 2026. Data kebutuhan tersebut menjadi bahan pembahasan dalam koordinasi untuk memastikan kesesuaian antara usulan daerah, jadwal tanam, dan ketersediaan benih.
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut, Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan mengusulkan penyedia benih, yaitu CV Benthany Mulia Indah dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, dengan varietas padi Ciherang. Usulan penyediaan tersebut selanjutnya perlu disesuaikan dengan hasil verifikasi kebutuhan, ketersediaan benih, serta tahapan pengadaan yang berlaku.
Melalui koordinasi ini, BRMP Sulut bersama Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan berupaya memastikan proses verifikasi usulan CPCL berjalan sesuai prosedur dan didukung data yang akurat. Langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan distribusi benih agar sesuai dengan kebutuhan petani dan jadwal tanam yang telah direncanakan.
Percepatan verifikasi dan pengadaan benih PM-AAS diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan penanaman padi di berbagai kabupaten dan kota di Sulut. Ketersediaan benih yang sesuai dengan kebutuhan menjadi salah satu faktor penting dalam penerapan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Melalui koordinasi dan sinkronisasi data secara berkelanjutan, BRMP Sulut mendukung upaya Kementerian Pertanian dalam mempercepat pelaksanaan program PM-AAS sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi padi dan penguatan ketahanan pangan nasional. Dengan demikian, kesiapan benih diharapkan dapat mendukung pelaksanaan musim tanam November–Desember 2026 serta berkontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan.