Perkuat Koperasi Petani, BRMP Sulut Gelar Survei PDO ICARE
Minahasa Utara,-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) memulai pelaksanaan survei Project Development Objective (PDO) Tahun 2026. Kegiatan ini menyasar lima belas koperasi yang tergabung dalam kawasan program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) di wilayah Sulut pada hari Jum'at (17/7/2026).
Langkah strategis ini diambil untuk mengukur capaian, efektivitas, serta dampak nyata program korporasi petani yang telah berjalan. Evaluasi menyeluruh dilakukan guna menilai kinerja sistem modernisasi di tingkat hilir pertanian.
Survei ini menjadi bagian penting dari pemantauan berkelanjutan program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE). Program ini sendiri merupakan inisiatif kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Bank Dunia (World Bank) untuk memperkuat kelembagaan petani.
Tim pelaksana BRMP Sulut melakukan kunjungan berturut-turut ke seluruh koperasi sasaran. Kedatangan tim disambut hangat oleh para pengurus koperasi beserta perwakilan kelompok tani setempat.
Tim mengumpulkan data riil mengenai perkembangan usaha, pengelolaan kelembagaan, serta penerapan teknologi di setiap unit usaha. Pengumpulan informasi dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan pencocokan dokumen.
Hasil survei nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Intervensi teknologi dan pendampingan selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan nyata masing-masing koperasi.
BRMP Sulut berkomitmen menjadikan data temuan sebagai acuan peningkatan kinerja korporasi petani. Sinergi yang baik akan dibangun agar koperasi mampu tumbuh menjadi lembaga yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Penguatan korporasi petani diharapkan memperkokoh posisi tawar petani dalam rantai pasok komoditas. Hal ini sekaligus mempercepat transformasi pertanian Sulut menuju sistem yang lebih modern dan efisien.
Keberlanjutan program menjadi prioritas utama agar manfaatnya dirasakan secara luas dan berkelanjutan. Korporasi petani yang tangguh akan menjadi fondasi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.