Workshop e-BAST Banpem Matching Grant ICARE 2026 Perkuat Tata Kelola Bantuan Pemerintah
Jawa Tengah – Workshop e-BAST Bantuan Pemerintah (Banper) Matching Grant (MG) Integrated of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) Tahun 2026 dilaksanakan di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan dan mempercepat pencapaian target kegiatan, khususnya dalam penyusunan, finalisasi, dan pengelolaan dokumen elektronik Berita Acara Serah Terima (e-BAST) Bantuan Pemerintah (Banper).
Dalam kegiatan tersebut, BRMP Sulawesi Utara (Sulut) turut berpartisipasi melalui kehadiran Rita Novarianto dan Purnama Mangundap. Keikutsertaan perwakilan BRMP Sulut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan koordinasi dalam pengelolaan administrasi bantuan pemerintah, khususnya pada program MG ICARE Tahun 2026.
Workshop ini membahas sejumlah aspek penting, meliputi evaluasi dan percepatan realisasi belanja, tata kelola dokumen dan pelaporan hibah ICARE, serta pemanfaatan aplikasi e-BANPER untuk pengelolaan dokumen BAST bantuan pemerintah. Materi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program secara efektif, transparan, dan akuntabel.
Dalam pemaparan materi pertama, Asrul Koes, menyampaikan evaluasi dan percepatan realisasi belanja dengan Mata Anggaran Kegiatan (MAK) 526 Belanja Barang Diserahkan Kepada Masyarakat/Pemerintah Daerah (Pemda). Ia menekankan pentingnya upaya luar biasa atau extraordinary effort dari seluruh satuan kerja untuk mencapai target realisasi belanja yang telah ditetapkan.
Asrul Koes juga menegaskan bahwa pencapaian target realisasi belanja mencerminkan integritas, kompetensi, dan komitmen jajaran BRMP dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kepada negara. Oleh karena itu, seluruh satuan kerja perlu memperkuat koordinasi dan mempercepat penyelesaian administrasi agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai target.
Pada materi berikutnya, Asrul Koes, membahas tata kelola dokumen dan pelaporan hibah ICARE. Ia menekankan bahwa setiap transaksi dalam pelaksanaan kegiatan ICARE harus tercatat, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tata kelola tersebut memastikan bahwa setiap transaksi berada dalam pemantauan Kementerian Pertanian dan Bank Dunia (World Bank).
Penguatan tata kelola dokumen hibah ICARE menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran. Melalui pengelolaan dokumen yang tertib dan pelaporan yang tepat, setiap satuan kerja diharapkan mampu meminimalkan kesalahan administrasi serta memastikan kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan, penggunaan anggaran, dan dokumen pertanggungjawaban.
Selanjutnya, Adi Siswoyo, menyampaikan materi mengenai peluncuran aplikasi e-BANPER untuk pengelolaan BAST bantuan pemerintah Tahun 2026. Aplikasi ini mendukung pengelolaan bantuan pemerintah agar berlangsung secara transparan, akurat, tepat sasaran, dan akuntabel melalui sistem administrasi elektronik.
Pemanfaatan aplikasi e-BANPER diharapkan dapat mempermudah proses penyusunan, pemeriksaan, finalisasi, dan pengelolaan dokumen BAST bantuan pemerintah. Melalui workshop ini, Rita Novarianto dan Purnama Mangundap selaku perwakilan BRMP Sulut diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung ketertiban administrasi, percepatan penyelesaian dokumen, dan akuntabilitas pelaksanaan program MG ICARE Tahun 2026