BRMP Sulawesi Utara Gelar Rapat Koordinasi Hilirisasi Perkebunan
Kalasey – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian (Kementan). Menyelenggarakan Rapat Koordinasi Hilirisasi Perkebunan, Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Pertemuan Aula BRMP Sulut yang di hadiri Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulut, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten/Kota, Kapoksi dan Katimker Se-Sulut, Perwakilan Koordinator Penyuluh dan Penyuluh di lokasi Perbenihan. Sementara Internal yang hadir Kapoksi, Kelsi, Tenaga Teknis BRMP serta penyuluh CWS, pada hari Rabu, (1/7/2026).
Acara rapat koordinasi tersebut dibuka secara langsung oleh Direktur Wilayah (Dirwil) BRMP Sulawesi Utara Steivie Karouw. Dalam pembukaan kegiatan, Dirwil menyampaikan data rekapitulasi total ketersediaan benih perkebunan yang telah disiapkan untuk mendukung program Hilirisasi Perkebunan di wilayah Sulut.
Secara rinci, data yang disampaikan mencakup benih kelapa sebanyak 1.870.000 batang yang dialokasikan untuk luasan lahan 17.000 hektare. Selain itu, tersedia pula benih pala sebanyak 390.000 batang guna kebutuhan lahan seluas 3.800 hektare.
Sementara untuk komoditas kakao, BRMP Sulut menyiapkan sebanyak 1.900.000 batang benih unggul. Jumlah benih tersebut disiapkan untuk pengembangan areal tanam kakao seluas 1.900 hektare di berbagai daerah di Sulawesi Utara.
"Apa yang kita kerjakan saat ini merupakan bentuk investasi nyata bagi masyarakat. Sesuai prinsipnya, apa yang kita tanam dengan baik hari ini, itulah yang akan kita tuai hasilnya di masa mendatang," ujar Direktur Wilayah BRMP Sulut.
Lebih lanjut, Dirwil berharap seluruh tahapan pengelolaan dan penyaluran benih perkebunan ini dapat dilaksanakan dengan tertib, baik, dan maksimal. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menjamin keberlanjutan program hilirisasi perkebunan yang sedang dijalankan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara Darwin Muksin turut menyampaikan apresiasi. Kadis menyoroti capaian sukses Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman, antara lain swasembada pangan dan hilirisasi perkebunan yang berdampak nyata menaikkan taraf hidup masyarakat Sulawesi Utara.