BRMP Sulut Hadiri FGD Modernisasi Pertanian di BI Sulut
Manado,- Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Perkembangan Modernisasi Pertanian serta Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura. Kegiatan berlangsung di Ruang Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut, Senin, (14/9).
BRMP Sulut menugaskan tiga orang perwakilan dalam pertemuan tersebut. Mereka adalah Supratman Sirih, Constantijn Simbala, dan Midy Lebang.
Dalam diskusi, BRMP Sulut menyampaikan tujuh hal pokok terkait sektor pangan dan hortikultura. Usulan tersebut mencakup berbagai aspek strategis untuk memacu kemajuan pertanian di wilayah Sulut.
Dari ketujuh poin yang dipaparkan, satu prioritas utama dipilih untuk ditindaklanjuti bersama Bank Indonesia. Fokus kerja sama tersebut adalah penyusunan kalender tanam tahun 2027.
Penyusunan kalender tanam ini akan dilaksanakan secara kolaboratif antara BRMP Sulut dan Bank Indonesia. Sinergi kedua lembaga diharapkan menghasilkan pedoman yang akurat dan dapat dijalankan di seluruh wilayah.
Tujuan utama program ini adalah meningkatkan produksi pertanian secara berkelanjutan. Penjadwalan tanam yang tepat akan membantu petani memanfaatkan musim, sarana produksi, dan pasar dengan lebih efisien.
Selain peningkatan hasil panen, program ini juga mengarah pada kesejahteraan petani. Pola tanam yang terencana dipastikan menstabilkan pasokan, menjaga harga, dan menambah pendapatan petani Sulut.
FGD ini menjadi wadah penyelarasan kebijakan antara instansi pertanian dan lembaga keuangan. Dukungan Bank Indonesia memperkuat komitmen bersama membangun sektor pertanian yang modern dan tangguh.
BRMP Sulut berkomitmen mengawal seluruh proses penyusunan hingga pelaksanaan kalender tanam 2027. Langkah ini menjadi bukti nyata upaya mempercepat kemajuan pertanian di Bumi Nyiur Melambai.