BRMP Sulut Koordinasi Pendampingan Luas Tambah Tanam di Kota Tomohon
Tomohon, – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) menyelenggarakan rapat koordinasi pendampingan program Luas Tambah Tanam (LTT) di wilayah Kota Tomohon guna menjamin kelancaran pencapaian sasaran pada hari Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara langsung di gedung pertemuan Dinas Pertanian Kota Tomohon sebagai langkah awal pemantauan kebutuhan nyata para petani. Semua pihak berharap upaya ini dapat mempercepat realisasi target tanam sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Steivie Karouw selaku Direktur Wilayah (Dirwil) BRMP Sulut mengawali diskusi dengan menguraikan tujuan utama program bagi ketahanan pangan daerah. Dirwil didampingi oleh Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha Lydia Tulung serta Ketua Kelompok Substansi Provinsi Sulut Constantine Simbala dan tim teknis terkait. Kehadiran para pemimpin unit kerja ini menunjukkan perhatian penuh lembaga terhadap keberhasilan pelaksanaan di lapangan.
Tim pelaksana kemudian memaparkan rencana kerja pendampingan yang disusun guna menyelaraskan kebijakan pusat dengan kondisi di daerah masing‑masing. Mereka merinci langkah‑langkah pemantauan agar setiap kendala yang muncul dapat segera diketahui dan dicarikan solusi terbaik. Hal ini dilakukan agar seluruh dukungan yang diberikan benar‑benar sampai dan bermanfaat bagi para pelaku usaha tani.
Pihak BRMP juga menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan upaya strategis menjaga keberhasilan budidaya di tengah beragam tantangan alam dan teknis. Mereka mengajak seluruh mitra kerja dan penyuluh untuk bergerak bersama dalam mengidentifikasi kebutuhan sarana serta teknologi yang tepat guna. Sinergi ini akan membentuk sistem dukungan yang kuat dan merata bagi setiap kelompok tani di wilayah Tomohon.
Melalui pertemuan ini, para peserta sepakat untuk meningkatkan intensitas komunikasi antar‑lembaga dalam mengawal setiap tahapan kegiatan. Mereka berkomitmen menyusun laporan kemajuan secara berkala agar pelaksanaan tetap terukur dan sesuai rencana. Kesepakatan tersebut menjadi landasan kokoh bagi tercapainya sasaran luas tanam yang diharapkan.
Selanjutnya, tim akan turun langsung ke lokasi persawahan guna memverifikasi kesiapan lahan dan mendata kebutuhan petani secara rinci. Langkah ini memastikan setiap bantuan teknis dan sarana produksi tepat sasaran serta tepat waktu bagi yang membutuhkan. Hasil verifikasi akan menjadi dasar penyempurnaan strategi pendampingan di masa mendatang.
Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Kota Tomohon. Keberhasilan program ini nantinya dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam penerapan modernisasi pertanian yang efektif dan berkelanjutan. Semua pihak berharap kerja sama ini membawa dampak positif nyata bagi kesejahteraan petani di Sulut.