BRMP Sulut Laksanakan Penanaman Padi Sistem PM‑AAS di Bolmut
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan kegiatan penanaman padi dengan sistem PM‑AAS di Desa Jambu Sarang, Kecamatan Bolangitan Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Langkah konkret ini menjadi wujud penerapan teknologi pertanian canggih guna mengoptimalkan potensi lahan pertanian di wilayah tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana percontohan bagi para petani dalam menerapkan cara budidaya yang lebih efektif dan berdaya hasil tinggi.
Faisal selaku Koordinator Kelompok Substansi Program dan Pengujian BRMP Sulut memimpin langsung pelaksanaan kegiatan tersebut bersama tim teknisnya. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bolmut, Syarifuddin, turut hadir menyambut serta mendampingi jalannya kegiatan di lokasi lahan. Kehadiran Ketua Tim Kerja Penyuluh, para penyuluh pertanian, dan kelompok tani setempat semakin memperkuat dukungan penuh terhadap penerapan sistem pertanian baru tersebut.
Sistem PM‑AAS merupakan metode budidaya intensif berbasis teknologi tinggi yang mengutamakan prinsip efisiensi, mekanisasi, dan ketepatan dalam pengelolaan tanaman. Karakteristik utama sistem ini meletakkan pola tanam berupa penyebaran benih langsung dengan jarak rapat dalam baris tanpa pemisahan antarrumpun tanaman. Teknik tersebut sengaja dirancang untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan sekaligus meningkatkan jumlah hasil panen yang diperoleh setiap hektarnya.
Pola tanam yang diterapkan dalam kegiatan ini menggunakan model PM‑AAS 6:1 dengan bantuan alat tanam benih langsung yang canggih. Penerapan sistem ini juga mengatur lorong kosong atau legowo selebar 40 sentimeter di antara barisan tanaman sebagai jalur pengelolaan. Pengaturan tata tanam tersebut bertujuan mempermudah perawatan tanaman, memperluas penetrasi cahaya matahari, serta melancarkan sirkulasi udara di sekitar pertanaman.
Penyusunan pola larikan dan penerapan teknologi tersebut secara langsung mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih sehat dan produktif. Kondisi lingkungan tumbuh yang tercipta dari metode ini mampu menekan risiko serangan hama penyakit serta meningkatkan daya serap unsur hara oleh akar. Seluruh pengaturan teknis ini bermuara pada pencapaian produktivitas pertanian.
Pelaksanaan kegiatan ini membuktikan komitmen kuat BRMP Sulut dalam menyebarluaskan inovasi pertanian modern kepada masyarakat tani di daerah. Upaya ini berjalan selaras dengan arah kebijakan dan program strategis yang digariskan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Pemerintah menempatkan adopsi teknologi baru sebagai kunci utama percepatan peningkatan produksi pangan nasional.
Sinergi kerja sama antara pihak Balai, Dinas Pertanian, dan petani setempat menjadi landasan keberhasilan penerapan sistem baru tersebut. Keberhasilan percontohan ini diharapkan mampu menjadi referensi bagi wilayah lain dalam mengembangkan pertanian yang maju dan mandiri. Pada akhirnya, kegiatan ini berkontribusi nyata dalam menjamin ketersediaan pangan serta memperkuat ketahanan pangan negara secara berkelanjutan.