BRMP Sulut Tinjau Perbenihan Kakao di Kotamobagu
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan peninjauan kegiatan perbenihan kakao di Kota Kotamobagu pada Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata instansi dalam memperkuat persediaan bibit berkualitas bagi para petani di wilayah tersebut. Pengawasan langsung ke lapangan dilakukan untuk menjamin ketersediaan bahan tanam yang mampu mendukung kemajuan sektor perkebunan kakao daerah.
Rombongan peninjau dipimpin secara langsung oleh Direktur Wilayah (Dirwil) BRMP Sulut, Steivie Karouw, selaku penanggung jawab kegiatan. Dirwil didampingi oleh Penyuluh Utama Rita Novarianto, Ketua Kelompok Substansi (Kapoksi) Program Faisal, serta Ketua Kelompok Substansi Penyuluhan Provinsi Sulut Constantine Simbala. Kehadiran tim penyuluh dari Kota Kotamobagu turut melengkapi rombongan guna mempermudah koordinasi dan pengumpulan data di lokasi.
Tim teknis kemudian meninjau kelima titik lokus pembibitan kakao yang tersebar di wilayah Kota Kotamobagu secara berurutan dan teliti. Pemeriksaan mendalam dilakukan untuk memastikan seluruh proses produksi benih berjalan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini bertujuan agar bibit yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik dan mampu mendorong kenaikan produktivitas serta kualitas hasil panen perkebunan setempat.
Ketersediaan bibit unggul dinilai menjadi faktor penentu utama keberhasilan pengembangan usaha kakao di daerah. Jenis bibit yang dipilih akan sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman, ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit, serta jumlah hasil produksi yang diperoleh petani di masa mendatang. Oleh karena itu, pemilihan bibit berkualitas tinggi menjadi langkah awal yang wajib diperhatikan dengan saksama.
Selain memeriksa ketersediaan dan mutu bibit, kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah pembinaan dan pendampingan teknis bagi para pengelola pembibitan. Tim ahli memberikan bimbingan agar penerapan teknologi dan standar kerja dalam memproduksi benih dapat berjalan lebih tepat, aman, dan optimal. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pengelola secara mandiri dan berkelanjutan.
Dengan tersedianya bibit yang bermutu dan bersertifikat, petani akan memperoleh keuntungan berupa tanaman yang lebih sehat dan hasil panen yang melimpah serta seragam. Hal ini secara langsung akan meningkatkan pendapatan dan memperkuat posisi tawar petani dalam rantai pasok kakao di pasar yang semakin ketat persaingannya. Keberhasilan pengembangan kakao di Kotamobagu juga akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan peninjauan ini, BRMP Sulut menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan perkebunan kakao di Sulut secara menyeluruh. Sinergi yang terjalin antara instansi pembina dan pelaku usaha tani akan terus diperkuat demi terwujudnya sistem perbenihan yang andal dan berdaya saing tinggi. Keberhasilan pengembangan kakao diharapkan dapat menjadi salah satu tumpuan ketahanan pangan dan ekonomi daerah di masa depan.