Kepala BRMP Pimpin Rapim B, Perkuat Akselerasi Program 2026
Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian Fadjry Djufry memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) B pada Senin (18/5/2026) secara daring. Kegiatan strategis ini dilaksanakan untuk memperkuat koordinasi kerja sekaligus mengevaluasi keterlaksanaan program organisasi. Pertemuan penting tersebut juga bertujuan mempercepat pencapaian seluruh target kinerja yang telah ditetapkan pada tahun 2026.
Seluruh jajaran pimpinan BRMP dari berbagai wilayah di Indonesia turut hadir serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Perwakilan BRMP Sulawesi Utara ikut serta dalam forum ini guna menyamakan persepsi dan arah kebijakan pusat. Direktur Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) Steivie Karouw mendampingi para Kepala Kelompok Substansi (Kapoksi) dan Ketua Tim Kerja (Katimker) dalam menghadiri rapat kerja tersebut.
Fadjry Djufry menyampaikan arahan penting mengenai pentingnya sinergi dan kolaborasi antarsatuan kerja di lingkungan organisasi. Kepala Badan (Kabadan) mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa membangun komunikasi yang baik dan terjalin erat antarunit kerja. Langkah ini ditempuh untuk memastikan setiap program pemerintah berjalan secara efektif dan hasilnya tepat sasaran bagi masyarakat.
“Seluruh jajaran harus terus memperkuat koordinasi dan menjaga komitmen bersama agar program kerja yang telah direncanakan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian,” ujar Kabadan di hadapan seluruh peserta rapat. Pernyataan tegas ini menjadi landasan semangat kerja bagi setiap pegawai untuk memberikan kinerja terbaik. Kabadan juga menekankan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian nasional.
Pelaksanaan rapat membahas evaluasi mendalam mengenai pelaksanaan program serta realisasi kegiatan yang telah berjalan sejauh ini. Forum ini juga menjadi wadah identifikasi berbagai tantangan lapangan yang dihadapi oleh para petugas maupun pelaku usaha tani. Peserta bersama-sama menyusun langkah strategis baru untuk mendorong proses modernisasi pertanian di seluruh wilayah Indonesia.
Pembahasan teknis lebih lanjut mencakup penguatan inovasi teknologi pertanian yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Pihak pengelola juga menyoroti peningkatan kualitas sumber daya manusia serta optimalisasi penggunaan anggaran negara. Percepatan penerapan hasil riset dan pengembangan menjadi poin utama agar kemajuan teknologi dapat segera dirasakan langsung oleh para petani.
Melalui kegiatan Rapim B ini, BRMP Kementerian Pertanian diharapkan semakin kokoh dan solid dalam menjalankan program prioritas negara. Organisasi ini ditargetkan mampu menghadirkan inovasi baru guna mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.