Percepat Hilirisasi Pala dan Kakao, BRMP Sulut Matangkan Verifikasi CPCL Bersama Ditjenbun
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung percepatan hilirisasi komoditas perkebunan unggulan daerah. Instansi tersebut mengawal ketat proses pengumpulan dan verifikasi data sebagai dasar pelaksanaan program pengembangan pertanian yang tepat sasaran. Langkah nyata ini diwujudkan melalui keikutsertaan timnya dalam kegiatan sosialisasi dan workshop verifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) secara resmi.
Kegiatan bertajuk sosialisasi dan workshop input serta verifikasi CPCL melalui aplikasi E-Banper diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun). Acara tersebut difokuskan pada pengembangan kawasan pala dan kakao untuk tahun 2026 yang dilaksanakan di ruang pertemuan Dinas Perkebunan Provinsi Sulut pada Selasa, (9/6/2026). Penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian pendataan berjalan sesuai standar nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Acara resmi dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Provinsi Sulut, Darwin Muksin, selaku penyedia fasilitas dan tuan rumah kegiatan. Kehadiran narasumber utama turut memeriahkan jalannya diskusi, antara lain Direktur Direktorat Tanaman Semusim dan Tahunan, Abdul Roni Angkat, Narasumber lainnya meliputi Kepala Balai Besar Penerapan dan Pengujian Teknologi Pertanian Ambon, Kardiyono, serta Direktur Wilayah (Dirwil) BRMP Sulut, Steivie Karouw.
Tim teknis BRMP Sulut mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir acara. Koordinator Tim Verifikasi dan Validasi, Fredy Lala, memimpin rombongan yang didampingi oleh dua orang staf bidang pendataan. Kedua anggota tim tersebut adalah Suratini dan Elmonika Anas yang bertugas khusus menangani verifikasi data untuk lingkup Direktorat Jenderal Perkebunan.
Materi utama yang disampaikan dalam workshop menjelaskan secara rinci tata cara memasukkan, memeriksa, dan memvalidasi data melalui sistem aplikasi E-Banper. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai standar kelayakan calon petani serta kriteria kesesuaian lahan untuk pengembangan komoditas pala dan kakao. Penjelasan teknis disampaikan secara sistematis agar seluruh petugas lapangan mampu mengoperasikan aplikasi dengan benar dan menghasilkan data yang berkualitas.
Penyusunan data yang akurat dan terpercaya dinilai menjadi fondasi utama dalam menentukan penerima manfaat serta lokasi pelaksanaan program selanjutnya. Keputusan penyaluran bantuan dan pengembangan kawasan akan didasarkan sepenuhnya pada hasil verifikasi yang telah tercatat dalam sistem terpadu tersebut. Prinsip efektivitas, keterbukaan, dan pertanggungjawaban menjadi pedoman utama agar setiap program dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat proses persiapan pelaksanaan program sekaligus mendorong kemajuan sektor perkebunan di Sulut secara berkelanjutan. Sinergi kerja antara instansi pusat dan daerah akan memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan pala dan kakao ke depannya. Keberhasilan verifikasi data ini menjadi langkah awal yang kokoh dalam mewujudkan hilirisasi produk pertanian yang maju dan menyejahterakan petani.