PPPK BRMP Sulut Ikuti Orientasi Kurikulum II Lingkup Kementerian Pertanian
Kalasey – Seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Balai Besar Perakitan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) mengikuti kegiatan orientasi Kurikulum II yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian. Kegiatan ini berlangsung secara daring selama dua hari, Senin sampai dengan Selasa tanggal (6 -7/7/ 2026).
Penyelenggaraan kegiatan ini merujuk pada Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 15 Tahun 2020 tentang pengembangan kompetensi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Pelaksanaannya juga mengacu pada Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 289/K.1/PDP.07/2022 tentang pedoman orientasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Kegiatan orientasi tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Aparatur (OSDMA) Kementerian Pertanian, Nurwahida, Memberikan arahan penting kepada seluruh peserta yang hadir melalui jalur daring.
Dalam sambutannya, Nurwahida meminta agar setiap peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman peserta terhadap pedoman yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan orientasi ini.
Lebih lanjut, Nurwahida berharap agar setiap pegawai dapat bekerja secara konsisten, sepenuh hati, dan senantiasa berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Komitmen kerja tersebut menjadi kunci utama bagi terciptanya pelayanan yang optimal di lingkungan instansi.
Penerapan prinsip kerja yang disiplin dan taat aturan diharapkan dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang cerdas atau Smart Governance. Hal ini selaras dengan upaya Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di seluruh jajarannya, termasuk di daerah.
Melalui kegiatan ini, PPPK BRMP Sulut diharapkan memiliki kompetensi dan pemahaman tugas yang lebih baik untuk mendukung program pertanian daerah. Peningkatan kinerja pegawai tersebut nantinya akan berdampak langsung pada percepatan modernisasi pertanian di Sulut.